Tamu Istimewa

Di Inspirasi 50 views
Pada ahad ini Conrad, pembuat sepatu, bangkit sangat awal, membersihkan tokonya, kemudian kembali ke dalam rumahnya, menyalakan api di tungku dan menyiapkan meja. Dia tidak akan bekerja. Dia sedang menanti teman, seorang tamu khusus: Tuhan sendiri. Kemarin malam Tuhan tiba padanya dalam suatu mimpi dan memberitahukan bahwa Dia akan tiba bertamu besok.Jadi Conrad duduk di ruangan yang nyaman dan menunggu, hatinya penuh dengan kegembiraan. Kemudian beliau mendengar langkah kaki di luar dan ketukan pada pintu”Itu DIA,” pikir Conrad, sambil lari ke arah pintu dan membukanya.Ternyata itu hanyalah tukang pengantar surat. Wajahnya merah dan jari-jarinya biru kedinginan. Dia menatap sambil menelan ludah ke arah cerek teh di tungku.Conrad mempersilahkan beliau duduk menghangatkan diri di bersahabat tungku. Kata pengantar surat itu, “Terima kasih, teh ini yummy sekali.” Kemudian beliau menghilang di tengah hawa cuek di luar.Ketika pengantar surat itu pergi, Conrad membersihkan meja lagi. Lalu beliau dudukdi bersahabat jendela untuk menanti kedatangan tamunya. Dia merasa yakin bahwa tamuitu akan datang.Tiba-tiba beliau melihat seorang anak pria kecil yang sedang menangis. Conrad memanggilnya dan mengetahui bahwa anak itu kehilangan jejak ibunya di kota dantidak tahu jalan untuk pulang.
Kemudian, Conrad menulis pada secarik kertas dan meletakkannya di atas meja. Tulisan itu berbunyi, “Tunggulah saya. Saya akan kembali segera.” Kemudian beliau membiarkan pintu terbuka sedikit dan menggandeng anak kecil itu serta membawanya pulang. Ternyata perjalanan itu lebih usang dari perkiraannya, bahkan hari sudah mulai agak gelap saat beliau kembali ke rumah. Dia terkejut mendapati seseorang ada didalam rumahnya sambil memandang ke luar jendela. tapi kemudian hatinya berdebar. Orang itu pastilah Tuhan, yang sudah berjanji untuk datang. Namun Conrad mengenali bahwa orang itu ialah perempuan yang tinggal di tingkatatas dari flatnya. Perempuan itu tampak duka dan lelah.
Dia memberi tahu bahwa beliau tak sanggup tidur sama sekali lantaran anak laki-lakinya Peter sedang sakit parah.Dia tidak tahu mau berbuat apa. Anak itu membisu terbaring di sana, demamnya tinggi, dan beliau tidak sanggup lagi mengenali ibunya. Conrad merasa ikut sedih. Perempuan itu hidup sendiri dengan anaknya di sana semenjak suaminya meninggal dalam kecelakaan. Kaprikornus beliau ikut perempuan itu. Mereka tolong-menolong menyelimuti Peter dengan kain basah. Conrad duduk di tepi tempattidur anak pria itu, sementara ibunya beristirahat sejenak.Ketika beliau kembali ke ruangannya, hari sudah larut malam. Conrad sangat lelah dan sungguh kecewa saat membaringkan tubuhnya di kawasan tidur. Hari sudah larut. Tuhan belum juga datang. Tiba-tiba beliau mendengar suara. Ternyata bunyi Tuhan yang berkata, “Terima kasih, lantaran menghangatkan badan aku di rumahmu hari ini. Terima kasih lantaran menunjukkan jalan ke rumah. Dan terima kasih atas dukungan dan bantuanmu. Conrad, aku berterima kasih lantaran hari ini aku sanggup menjadi tamumu.
author
Penulis: 
    Jangan Jadi Gelas
    Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya saat
    Ternyata Hidup Bijak Itu Sederhana
    Ada seseorang dikala melamar kerja, memungut sampah
    Perjalanan Bersama Malaikat
    Aku bermimpi suatu hari saya pergi ke
    Belajar Mengasihi Dari Cicak
    Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba
    Cerita Petani
    Alkisah jaman dahulu kala ada seorang petani

    Komentar ditutup.

    Baca Juga×

    Top