Perjalanan Bersama Malaikat

In Inspirasi 10 views

Aku bermimpi suatu hari saya pergi ke nirwana dan seorang malaikat menemaniku dan memperlihatkan keadaan di surga. Kami berjalan memasuki suatu ruang kerja penuh dengan para malaikat. Malaikat yang mengantarku berhenti di depan ruang kerja pertama dan berkata, ” Ini yaitu Seksi Penerimaan. Disini, semua seruan yang ditujukan pada Allah diterima”. Aku melihat-lihat sekeliling kawasan ini dan saya dapati kawasan ini begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat yang memilah-milah seluruh permohonan yang tertulis pada kertas dari insan di seluruh dunia.

Kemudian saya dan malaikat-ku berjalan lagi melalui koridor yang panjang kemudian sampailah kami pada ruang kerja kedua. Malaikat-ku berkata, “Ini yaitu Seksi Pengepakan dan Pengiriman. Disini kemuliaan dan berkat yang diminta insan diproses dan dikirim ke manusia-manusia yang masih hidup yang memintanya”. Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu. Ada banyak malaikat yang bekerja begitu keras alasannya ada begitu banyaknya permohonan yang dimintakan dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi.

Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga hingga pada ujung terjauh koridor panjang tersebut dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangat kecil. Yang sangat mengejutkan aku, hanya ada satu malaikat yang duduk disana, hampir tidak melaksanakan apapun. “Ini yaitu Seksi Pernyataan Terima Kasih”, kata Malaikatku pelan. Dia tampak malu. “Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan disini?”, tanyaku. “Menyedihkan”, Malaikat-ku menghela napas. ” Setelah insan mendapatkan berkat yang mereka minta, sangat sedikit insan yang mengirimkan pernyataan terima kasih”. “Bagaimana insan menyatakan terima kasih atas berkat Tuhan?”, tanyaku. “Sederhana sekali”, jawab Malaikat. “Cukup berkata, “Terima kasih, Tuhan’ “.

“Lalu, berkat apa saja yang perlu kita syukuri”, tanyaku. Malaikat-ku menjawab, “Jika engkau mempunyai masakan di lemari es, pakaian yang menutup tubuhmu, atap di atas kepalamu dan kawasan untuk tidur, maka engkau lebih kaya dari 75% penduduk dunia ini.”Jika engkau mempunyai uang di bank, di dompetmu, dan uang-uang receh, maka engkau berada diantara 8% kesejahteraan dunia.

“Dan bila engkau mendapatkan pesan ini di komputer mu, engkau yaitu bab dari 1% di dunia yang mempunyai kesempatan itu. Juga…. “Jika engkau bangkit pagi ini dengan lebih banyak kesehatan daripada kesakitan … engkau lebih diberkati daripada begitu banyak orang di dunia ini yang tidak sanggup bertahan hidup hingga hari ini.

“Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam perang, kesepian dalam penjara, kesengsaraan penyiksaan, atau kelaparan yang amat sangat Maka engkau lebih beruntung dari 700 juta orang di dunia”.

“Jika orangtuamu masih hidup dan masih berada dalam ikatan ijab kabul … maka engkau termasuk orang yang sangat jarang.

Jika engkau masih bisa menyayangi … maka engkau termasuk orang yang besar, Karena cinta yaitu berkat Tuhan yang tidak didapat dari manapun

“Jika engkau sanggup menegakkan kepala dan tersenyum, maka engkau bukanlah menyerupai orang kebanyakan, engkau unik ibandingkan semua mereka yang berada dalam keraguan dan keputusasaan.

“Jika engkau sanggup membaca pesan ini, maka engkau mendapatkan berkat ganda, yaitu bahwa seseorang yang mengirimkan ini padamu berpikir bahwa engkau orang yang sangat istimewa baginya, dan bahwa, engkau lebih diberkati daripada lebih dari 2 juta orang di dunia yang bahkan tidak sanggup membaca
sama sekali”.

Nikmatilah hari-harimu, hitunglah berkat yang telah Tuhan anugerahkan kepadamu. Dan bila engkau berkenan, kirimkan pesan ini ke semua teman-teman-mu untuk mengingatkan mereka betapa. diberkatinya kita semua. “Dan ingatlah tatkala Tuhanmu menyatakan bahwa, ‘Sesungguhnya bila kau bersyukur, niscaya Aku akan menambahkan lebih banyak nikmat kepadamu’ “.

Ditujukan pada : Departemen Pernyataan Terima Kasih. “Terima kasih, Tuhan! Terima kasih, Tuhan, atas anugerahmu berupa kemampuan untuk menerjemahkan dan membagi pesan ini dan menawarkan saya begitu banyak teman-teman yang istimewa untuk saling berbagi”.

author
Author: 
    Jangan Jadi Gelas
    Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya saat
    Ternyata Hidup Bijak Itu Sederhana
    Ada seseorang dikala melamar kerja, memungut sampah
    Belajar Mengasihi Dari Cicak
    Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba
    Cerita Petani
    Alkisah jaman dahulu kala ada seorang petani

    Comments are closed.

    Must read×

    Top