Nikmati Kopinya, Bukan Cangkirnya

In Inspirasi 3 views

Sekelompok alumni satu universitas yang telah mapan dalam karir masing-masing berkumpul dan mendatangi professor kampus mereka yang telah tua. Percakapan segera terjadi dan mengarah pada keluhan tentang stress di pekerjaan dan kehidupan mereka.

Menawari tamu-tamunya kopi, professor pergi ke dapur dan kembali dengan porsi besar berisi kopi dan cangkir banyak sekali jenis dari porselin, plastic, gelas kristal, gelas biasa, beberapa di antaranya gelas mahal dan beberapa lainnya sangat indah, dan menyampaikan pada para mantan mahasiswanya untuk menuang sendiri kopinya.

Setelah semua mahasiswanya menerima secangkir kopi di tangan, professor itu mengatakan: “Jika kalian perhatikan, semua cangkir yang indah dan mahal telah diambil, yang tertinggal hanyalah gelas biasa dan murah saja. Meskipun normal bagi kalian untuk mengingini hanya yang terbaik bagi diri kalian, tapi sebetulnya itulah yang menjadi sumber duduk kasus dan stress yang kalian alami.”

Pastikan bahwa cangkir itu sendiri tidak menghipnotis kualitas kopi. Dalam banyak kasus, itu hanya lebih mahal dan dalam beberapa kasus, bahkan menyembunyikan apa yang kita minum. Apa yang kalian inginkan sebenarnya yaitu kopi, bukan cangkirnya, namun kalian secara sadar mengambil cangkir terbaik dan lalu mulai memperhatikan cangkir orang lain. Sekarang perhatikan hal ini: hati kita bagai kopi, sedangkan pekerjaan, uang dan posisi yaitu cangkirnya. Sering kali karena berkonsentrasi hanya pada cangkir, kita gagal untuk menikmati kopi yang Tuhan sediakan bagi kita.

Kehidupan yang sesungguhnya yaitu hati Anda. Apakah Anda merasa senang dan damai? Apakah Anda menyayangi dan dicintai oleh keluarga, saudara dan teman-teman Anda? Apakah Anda tidak berpikir buruk perihal orang lain dan tidak praktis marah? Apakah Anda sabar, murah hati, bersukacita sebab kebenaran, sopan dan tidak egois?

Hanya hati Anda dan Tuhan yang tahu. Namun jikalau Anda ingin menikmati kopi dan bukan cangkirnya, hal-hal yang tidak semarak ini harus lebih mengendalikan Anda ketimbang hal-hal semarak ibarat pekerjaan, uang dan posisi Anda!

author
Author: 
    Jangan Jadi Gelas
    Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya saat
    Ternyata Hidup Bijak Itu Sederhana
    Ada seseorang dikala melamar kerja, memungut sampah
    Perjalanan Bersama Malaikat
    Aku bermimpi suatu hari saya pergi ke
    Belajar Mengasihi Dari Cicak
    Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba

    Comments are closed.

    Must read×

    Top