Merawatmu Di Usia Senja

In Inspirasi 3 views

Robertson McQuilkin mengundurkan diri dari kedudukannya sebagai rektor diUniversitas Internasional Columbia dengan alasan merawat istrinya Muriel yang sakit alzheimer yaitu gangguan fungsi otak.Muriel sudah menyerupai bayi,tidak dapat berbuat apa-apa, bahkan untuk makan,mandi dan buang airpun ia harus dibantu. Robertson memutuskan untuk merawat istrinya dgn tangannya sendiri,karena Muriel ialah perempuan yg sangat istimewa baginya.

Pernah suatu kali ketika Robertson membersihkan lantai bekas ompol Muriel dan di luar kesadaran, Muriel malah menyerakkan air seninya sendiri, sehingga Robertson kehilangan kendali emosinya. Ia menepis tangan Muriel dan memukul betisnya, guna menghentikannya. Setelah itu Robertson menyesal dan berkata dalam hatinya, “Apa gunanya saya memukulnya,walaupun tidak keras, tetapi itu cukup mengejutkannya. Selama 44 tahun kami menikah,saya belum pernah menyentuhnya alasannya marah, namun sekarang di dikala ia sangat membutuhkan saya,saya memperlakukannya demikian. Ampuni saya, ya Tuhan.” Tanpa peduli apakah Muriel mengerti atau tidak, Robertson meminta maaf atas hal yang telah dilakukannya.

Pada tanggal 14 Februari 1995, hari itu ialah hari istimewa untuk Robertson dan Muriel, alasannya pada tanggal itu di tahun 1948, Robertson melamar Muriel. Pada hari istimewa itu Robertson memandikan Muriel, kemudian menyiapkan makan malam dengan sajian kesukaan Muriel.Menjelang tidur ia mencium dan menggenggam tangan Muriel kemudian berdoa, “Tuhan yang baik, Engkau mengasihi Muriel lebih dari saya mengasihinya, alasannya itu jagalah kekasih hatiku ini sepanjang malam dan biarlah
ia mendengar nyanyian malaikatMu. Amin.”

Pagi harinya, ketika Robertson berolahraga dengan memakai sepeda statisnya,Muriel terbangun dari tidurnya. Ia berusaha untuk mengambil posisi yang nyaman, kemudian melempar senyum bagus kepada Robertson. Untuk pertama kalinya sehabis selama berbulan-bulan Muriel tidak pernah berbicara, memanggil Robertson dengan bunyi yang lembut dan bening, “Sayangku … sayangku …”
Robertson melompat dari sepedanya dan segera memeluk perempuan yang sangat dikasihinya itu. “Sayangku, kamu benar2 mencintaiku bukan ?” tanya Muriel. Setelah melihat anggukan dan senyum diwajah Robertson, Muriel berbisik, “Aku senang !” Itulah kata-kata terakhir yang diucapkan Muriel kepada Robertson.

author
Author: 
    Jangan Jadi Gelas
    Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya saat
    Ternyata Hidup Bijak Itu Sederhana
    Ada seseorang dikala melamar kerja, memungut sampah
    Perjalanan Bersama Malaikat
    Aku bermimpi suatu hari saya pergi ke
    Belajar Mengasihi Dari Cicak
    Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba

    Comments are closed.

    Must read×

    Top