Black Friday Promo Hosting Unlimited Indonesia

Membeli Cinta

Di Inspirasi 68 views
Di sebuah kawasan tinggal seorang saudagar kaya raya. Dia mempunyai seorang hamba sahaya yang sangat lugu – begitu lugu, hingga orang-orang menyebutnya si bodoh.Suatu kali sang tuan menyuruh si kurang terpelajar pergi ke sebuah perkampungan miskin untuk menagih hutang para penduduk di sana. “Hutang mereka sudah jatuh tempo,” kata sang tuan. “Baik, Tuan,” sahut si bodoh. “Tetapi nanti uangnya mau diapakan?””Belikan sesuatu yang saya belum punyai,” jawab sang tuan.
Maka pergilah si kurang terpelajar ke perkampungan yang dimaksud. Cukup kerepotan juga si kurang terpelajar menjalankan tugasnya; mengumpulkan receh demi receh uang hutang dari para penduduk kampung. Para penduduk itu memang sangat miskin, dan pula dikala itu tengah terjadi kemarau panjang. Akhirnya si kurang terpelajar berhasil jua menuntaskan tugasnya. Dalam perjalanan pulangia teringat pesan tuannya, “Belikan sesuatu yang belum saya miliki.” “Apa, ya?”tanya si kurang terpelajar dalam hati. “Tuanku sangat kaya, apa lagi yang belum ia punyai?”Setelah berpikir agak lama, si kurang terpelajar pun menemukan jawabannya. Dia kembali keperkampungan miskin tadi. Lalu ia bagikan lagi uang yang sudah dikumpulkannyatadi kepada para penduduk. “Tuanku, menunjukkan uang ini kepada kalian,” katanya.Para penduduk sangat gembira. Mereka memuji kemurahan hati sang tuan.
Ketika si kurang terpelajar pulang dan melaporkan apa yang telah dilakukannya, sang tuan geleng-gelengkepala. “Benar-benar bodoh,” omelnya.Waktu berlalu. Terjadilah hal yang tidak disangka-sangka; pergantian pemimpin alasannya pemberontakan menciptakan perjuangan sang tuan tidak semulus dulu. Belum lagi peristiwa banjir yang menghabiskan semua harta bendanya. Pendek kata sang tuanjatuh gulung tikar dan melarat. Dia terlunta meninggalkan rumahnya. Hanya si bodohyang ikut serta.
Ketika datang di sebuah kampung, entah mengapa para penduduknya menyambut mereka dengan riang dan hangat; mereka menyediakan tumpangan danmakanan buat sang tuan.”Siapakah para penduduk kampung itu, dan mengapa mereka hingga mau berbaik hati menolongku?” tanya sang tuan. “Dulu tuan pernah menyuruh saya menagih hutang kepada para penduduk miskin kampung ini,” jawab si bodoh. “Tuan berpesan biar uang yang terkumpul saya belikan sesuatu yang belum tuan punyai. Ketika itu saya berpikir, tuan sudah mempunyai segala sesuatu. Satu-satunya hal yang belum tuanku punyai ialah cinta di hati mereka. Maka saya membagikan uang itu kepada mereka atas nama tuan. Sekarang tuan menuai cinta mereka.”
“Let’s take our opportunity to ‘buy love’ before it becomes too late, because everybody needs each other; in laugh and in sadness”
Black Friday Promo Hosting Unlimited Indonesia
author
Penulis: 
    Jangan Jadi Gelas
    Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya saat
    Ternyata Hidup Bijak Itu Sederhana
    Ada seseorang dikala melamar kerja, memungut sampah
    Perjalanan Bersama Malaikat
    Aku bermimpi suatu hari saya pergi ke
    Belajar Mengasihi Dari Cicak
    Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba
    Cerita Petani
    Alkisah jaman dahulu kala ada seorang petani

    Komentar ditutup.

    Baca Juga×

    Top