Memaksa Diri Melewati Batas Yang Kita Ciptakan Sendiri

Di Inspirasi 39 views


Menurut banyak penelitian, disebutkan bahwa kita hanya memakai potensi otak sebesar 10%. Orang jenius, hanya memakai 12%. Itu saja sudah cukup menyebabkan insan sebagai mahkluk hidup yang luar biasa—dengan segenap kelebihan dan kekurangannya.

Yang jadi pertanyaan berikutnya adalah, jikalau kebanyakan orang memakai kapasitas otak sama-sama sekitar 10%, lantas mengapa tiap orang berbeda nasibnya? Ada yang sangat sukses, ada yang suksesnya biasa-biasa saja, dan malah banyak yang mengaku belum sukses-sukses.

Di sinilah, perilaku mental dan tekad baja memilih keberhasilan seseorang. Bukan semata kecerdasannya. Tapi, bagaimana ia bisa menyebabkan kemampuan 10-12% kerja otaknya untuk menjadi sebuah tindakan faktual menuju keberhasilan. Seberapa keras ia berjuang, seberapa tahan ia mengalami penderitaan, itu semua menjadi bekal dasar untuk mewujudkan impian.

Ada sebuah ungkapan yang diambil dari kisah Tiongkok, 悬梁刺股 xuan liang ci gu (mengikat rambut ke balok atap dan menekan dengan tusukan). Ungkapan tersebut bahwasanya bersumber dari dua buah cerita. Namun, dalam goresan pena kali ini, saya ingin menekankan pada kisah yang pertama saja, yakni perihal mengikat rambut ke balok atap.

Alkisah di abad Dinasti Han, Tiongkok, ada seorang perjaka berjulukan Sun Jing. Ia yaitu tipikal perjaka yang sangat suka belajar. Ia juga sangat rajin dalam bekerja. Demi masa depan yang lebih baik, kedua hal itu dilakukannya dengan sangat tekun.

Namun, sebagai insan biasa, Sun Jing sadar, dirinya niscaya bisa kelelahan. Apalagi, kalau berguru hingga tengah malam. Menyadari hal tersebut, ia mencoba memaksa dirinya untuk terjaga hingga larut malam. Untuk itu. ia mengikat ujung rambutnya yang panjang ke balok atap. Hal itu dilakukannya supaya setiap kali mengantuk dan hendak tertidur saat belajar, rambutnya yang terikat pribadi tertarik dan ia terbangun. Dengan cara itulah, ia tetap bisa berguru hingga waktu yang dikehendakinya.

Sun Jing yang memaksa dirinya untuk bisa terus berguru dan bekerja keras menerima hasil maksimal untuk keteguhan hatinya tersebut. Bertahun-tahun kemudian, tekadnya yang besar lengan berkuasa terbayar dengan kesuksesannya. Ia dikenal seantero negeri sebagai seorang berpengetahuan luas dan bijaksana.

Netter yang luar biasa,

Kisah Sun Jing bisa menjadi ide bagi kita untuk berani memaksa diri melewati “batas”. Sebab, kadang kita sudah mengalah hanya sebab ujian yang tak seberapa. Bahkan, tak jarang, sudah mundur duluan sebelum berjuang di medan peperangan. Semua hanya sebab alasan tak bisa, tak berani, tak berbakat.

Padahal sejatinya, kita sudah diberkahi dengan kekuatan yang luar biasa. Hanya saja, kita memang kadang perlu melaksanakan apa yang dicontohkan Sun Jing, yakni sedikit memaksa diri melewati batasan yang bahwasanya kita sendiri yang menciptakan.

Saat malas mulai mendera, buang segera dengan mulai paksa bekerja! Saat keinginan menunda muncul, ganti segera dengan perilaku tegas untuk menuntaskan pekerjaan dengan segera! Jika rasa bosan datang, usir segera dengan bergerak dan bertindak nyata! Jangan biarkan perilaku miskin mental datang. Paksa diri untuk melawannya dengan kekayaan mental!

Mari, maksimalkan potensi diri dengan memaksa diri untuk bekerja lebih keras, berkarya lebih cerdas, berjuang lebih keras dan cerdas.

Salam sukses luar biasa!

author
Penulis: 
    Jangan Jadi Gelas
    Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya saat
    Ternyata Hidup Bijak Itu Sederhana
    Ada seseorang dikala melamar kerja, memungut sampah
    Perjalanan Bersama Malaikat
    Aku bermimpi suatu hari saya pergi ke
    Belajar Mengasihi Dari Cicak
    Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba
    Cerita Petani
    Alkisah jaman dahulu kala ada seorang petani

    Komentar ditutup.

    Baca Juga×

    Top