Kisah Sang Kriminal

Di Inspirasi 36 views

Suatu ketika di Negara Eropa, seorang kriminal buronan negara berhasil tertangkap. Sang kriminal ialah buronan kelas kakap yang telah melaksanakan aneka macam kejahatan, perampokan, pembunuhan, terorisme dan tidaklah terhitung daftarnya. Pengadilan Negara menjatuhkan vonis sanksi mati kepadanya dan mereka mulai mendiskusikan sanksi apa yang akan mereka berikan kepada sang kriminal. Mereka menentukan beberapa alternatif, diantaranya sanksi gantung, sanksi tembak, bangku listrik, ruang beracun, dll.

Pada dikala diskusi tersebut berlangsung, seorang ilmuwan mencadangkan suatu metode gres sebagai percobaan untuk memberi vonis sanksi mati, suatu metode yang tidak pernah dilakukan sebelumnya. Mereka pun mendengarkan wangsit tersebut dan hasilnya mereka pun menyetujui wangsit tersebut dan membiarkan sang ilmuwan melaksanakan riset terhadapnya. Sang kriminal dimasukkan kedalam suatu ruangan dan dibaringkan dengan badan terikat. Matanya ditutup dan dibisikkan

“Kamu akan segera dieksekusi mati! dengan metode terbaru maka urat nadi di pergelanganmu akan kami potong dan darahmu akan segera menetes. Kamu tidak akan merasa sakit alasannya ialah teknologi yang kami gunakan sangat canggih. Darahmu akan menetes perlahan-lahan dan akan membiarkan dirimu mendengar bunyi tetesannya. Secara perlahan kau akan kehabisan darah dan tubuhmu akan melemah, detak jantungmu semakin perlahan.. semakin lemah.. hingga hasilnya kau akan mati !”

Mereka pun lalu eksekusi, sang kriminal mulai mencicipi cuilan di pergelangan tangan kanannya, segera ia mencicipi fatwa darahnya menetes.. tes..tes… bunyi tetesan tersebut membuatnya tahu bahwa ia semakin kehilangan darah.. dan tubuhnya semakin lemah.. hingga jantungnya berdetak semakin perlahan.. dan tragisnya diapun mati.

Ironisnya… walaupun sang kriminal tersebut mati. Dia tidak sempat menyadari bahwa percobaan yang dilakukan terhadapnya bukanlah teknologi canggih untuk memotong pergelangannya. Tetapi.. yang mereka lakukan hanyalah.. mengambil sepotong es hirau taacuh yang tajam.. lalu digunakannya cuilan tersebut melewati pergelangannya yang sebenarnya tidak memotong apapun!

Sang kriminal, yang dibentuk percaya bahwa pergelangannya telah dipotong, mengikuti semua sugesti palsu yang dikatakan oleh sang ilmuwan. Walaupun yang dikatakan palsu, tetapi sugesti tersebut menjadi ‘kenyataan’ alasannya ialah sang kriminal memang mempercayainya!

Dalam otak kita, ada sesuatu yang dinamakan alam bawah sadar, dan apapun yang kita berikan kedalamnya, akan menjadi kenyataan! Tubuh kita akan mempercayai info apapun, walaupun itu palsu! Jika kita mempercayainya, maka badan kita akan bereaksi seakan-akan itu ialah kenyataan. Sama juga dengan kehidupan, Jika Anda menonton TV yang membentuk pikiran Anda dengan hal-hal yang tidak mempunyai kegunaan setiap harinya… maka diri andapun menjadi pribadi yang tidak berguna.

Karena itu, bila Anda menginginkan hal yang terbaik segera isilah pikiran Anda dengan hal-hal positif.. Jika ingin kaya.. isilah otak Anda dengan kekayaan.. Jika ingin sukses, isilah pikiran Anda dengan kesuksesan.

author
Penulis: 
    Jangan Jadi Gelas
    Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya saat
    Ternyata Hidup Bijak Itu Sederhana
    Ada seseorang dikala melamar kerja, memungut sampah
    Perjalanan Bersama Malaikat
    Aku bermimpi suatu hari saya pergi ke
    Belajar Mengasihi Dari Cicak
    Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba
    Cerita Petani
    Alkisah jaman dahulu kala ada seorang petani

    Komentar ditutup.

    Baca Juga×

    Top