Kisah Penjara Pikiran

  • Whatsapp

Di British Columbia, dibangun sebuah penjara gres untuk menggantikan penjara Fort Alcan usang yang sudah dipakai untuk menampung para narapidana selama ratusan tahun. Setelah para napi dipindahkan ke daerah tinggal mereka yang baru, mereka menjadi bab dari pasukan pekerja untuk mencopoti kayu, alat-alat listrik, dan pipa yang masih sanggup dipakai dari penjara lama. Di bawah pengawasan para penjaga, napi-napi itu mulai melucuti dinding-dinding penjara lama.

Saat mereka melakukannya, mereka terperanjat oleh apa yang mereka temukan. Walaupun gembok-gembok besar mengunci pintu-pintu logam, dan batangan-batangan baja dua inci menutupi jendela sel-sel, dinding-dinding penjara itu bekerjsama terbuat dari kertas dan tanah liat, dicat sedemikian rupa sehingga ibarat besi! Jika ada dari para narapidana yang memukul atau menendang dinding itu dengan keras, mereka dengan gampang sanggup menciptakan lubang di situ, dan melarikan diri. Selama bertahun-tahun, bagaimanapun juga, mereka tinggal berjubel dalam sel-sel terkunci mereka, menganggap bahwa melarikan diri yaitu sesuatu yang mustahil.


Tak seorang pun pernah MENCOBA melarikan diri, alasannya mereka BERPIKIR itu mustahil.


Saat ini, banyak orang merupakan tawanan rasa takut. Mereka tak pernah berusaha mengejar impian-impian mereka alasannya berpikir bahwa itu merupakan sesuatu yang mustahil. Bagaimana Anda tahu bahwa Anda tak sanggup berhasil jika Anda tidak mencoba?

Pos terkait