Jangan Meremehkan Apapun

Di Inspirasi 55 views

Suatu ketika aku membutuhkan karet gelang. Satu saja. Karena sampo yang akan aku bawa, penutupnya sudah dol. Harus dibungkus dengan plastik kemudian diikat dengan karet gelang. Kalau tidak bisa berabe. Isinya bisa tumpah ruah mengotori seisi tas. Tapi aku tidak menemukan karet gelang, seutas pun. Di lemari tidak ada. Di gantungan-gantungan baju tidak ada. Di kolong-kolong meja juga tidak ada. Saya kelabakan. Apa tidak usah bawa sampo, nanti saja beli di jalan? Tapi mana sempat, waktunya sudah mepet. Sudah dinantikan yang jemput lagi. Akhirnya aku coba dengan tali kasur, tidak bisa. Dipuntal-puntal pakai kantong plastik, juga tidak bisa.

Waduh, karet gelang yang biasanya aku buang-buang, kini malah bikin aku bingung. Benda kecil yang sekilas tidak berarti, tiba-tiba jadi sangat penting.Saya teringat pada seorang sahabat waktu di Yogyakarta dulu. Dia tidak menonjol, apalagi berpengaruh. Sangat biasa-bisa saja. Dia hanya bisa mendengarkan ketika orang-orang lain ramai berdiskusi. Dia hanya bisa melaksanakan apa yang diperintahkan kepadanya. Itu pun adakala salah. Kemampuan ia memang sangat terbatas. Tetapi ia bahagia membantu orang lain; entah menemani pergi, membelikan sesuatu, atau mengeposkan surat. Pokoknya apa saja asal membantu orang lain, ia akan kerjakan secara bahagia hati. Itulah sebabnya jikalau ia tidak ada, kami semua, teman-temannya, suka kelabakan. Pernah suatu kali program yang sudah kami persiapkan gagal, lantaran ia tiba-tiba harus mudik untuk suatu urusan.

Di dunia ini memang tidak ada sesuatu yang sangat kecil, sehingga sama sekali tidak berarti. Benda yang sering dibuang-buang pun, menyerupai karet gelang, pada saatnya bisa menjadi begitu penting dan merepotkan. Mau bukti lain? Tanyakanlah pada setiap pendaki gunung, apa yang paling merepotkan mereka ketika mendaki tebing curam? Bukan teriknya matahari. Bukan beratnya perbekalan. Tetapi kerikil-kerikil kecil yang masuk ke sepatu.

Karena itu, jangan pernah meremehkan apa pun. Lebih-lebih meremehkan diri sendiri. Bangga dengan diri sendiri itu tidak salah. Yang salah jikalau kita menjadi sombong, kemudian meremehkan orang lain.

author
Penulis: 
    Jangan Jadi Gelas
    Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya saat
    Ternyata Hidup Bijak Itu Sederhana
    Ada seseorang dikala melamar kerja, memungut sampah
    Perjalanan Bersama Malaikat
    Aku bermimpi suatu hari saya pergi ke
    Belajar Mengasihi Dari Cicak
    Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba
    Cerita Petani
    Alkisah jaman dahulu kala ada seorang petani

    Komentar ditutup.

    Baca Juga×

    Top