Daun Besar

1 min read

Renungan yg elok untuk kita semua…

Pada sebatang pohon kecil, hiduplah beberapa daun yang tumbuh bersama. Di antara daun-daun tersebut terdapat sebuah daun yang sangat besar dan kuat. Daun itu diagung-agungkan sebab kekuatannya.Dialah yang dianggap pelindung bagi daun-daun lainnya dari badai, hujan, panas matahari yang terik, dan ancaman lainnya.

Suatu ketika datanglah ekspresi dominan kemarau yang panjang. Daun-daun di pohon kecil itu mulai layu karena
tidak menerima air dan makanan. Daun besar yang tadinya berpengaruh dan besar mulai terlihat keriput. Ia berusaha melindungi daun-daun lainnya dari matahari yang bersinar sangat terik sehingga daun2
sahabatnya itu tidak kehilangan air lebih banyak lagi. Hari berganti hari, daun besar itu sudah
sampai pada puncak usahanya. Ia mulai sobek-sobek sehingga sinar matahari mulai menembusnya. Ia mulai kehilangan kekuatannya dan daun-daun lainnya pun sudah mulai mengabaikannya sebab ia tidak berpengaruh lagi menyerupai dulu.

Beberapa hari kemudian daun besar itu merasa tidak berpengaruh lagi hasilnya ia berkata kepada teman-temannya : Teman-teman saya tidak lagi memiliki kekuatan untuk melindungi kalian, saya akan gugur. Selamat tinggal. Setelah berkata demikian hasilnya daun besar itu pun gugurlah. Musim kemarau terus berlanjut, daun-daun di pohon kecil itu saling bertahan untuk hidup. Mereka sama
sekali sudah melupakan daun besar yang telah berjasa melindungi mereka sehingga mereka dapat
bertahan hingga sekarang.

Musim kemarau tidak juga berakhir. Daun-daun di pohon kecil itu sudah mulai kehilangan harapan.
Mereka merasa sangat kelaparan, kehausan dan akan mati. Di dikala mereka putus asa, tiba tiba dirasakan adanya air dan masakan dari tanah. Mereka terheran-heran akan adanya keajaiban itu. Setelah usang mencari-cari, mereka menyadarinya. Mereka melihat bahwa daun besar itu sudah membusuk dan menghasilkan air dan sari masakan bagi mereka. Akhirnya dengan air dan sari masakan dari daun besar tadi, daun daun di pohon kecil itu berhasil bertahan hingga ekspresi dominan hujan datang.

Daun-daun di pohon kecil itu sangat menyesal dikarenakan telah melupakan daun besar itu. Padahal hingga final hayatnya daun besar itu tetap menjadi jagoan bagi daun-daun lainnya.

Renungan bagi kita,
Janganlah menilai seseorang dengan penampilan dan kekuatannya.


Tuhan memperlihatkan dukungan kepada kita melalui siapa saja bahkan melalui orang yang kita anggap telah jatuh dan hina. Ingatlah rencana Tuhan itu gila dan tidak pandang bulu terhadap semua hambanya.

Jangan Jadi Gelas

Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya saat wajahnya belakangan ini selalu tampak murung. “Kenapa kamu selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di...
admin
1 min read

Ternyata Hidup Bijak Itu Sederhana

Ada seseorang dikala melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan beliau mendapat pekerjaan...
admin
1 min read

Perjalanan Bersama Malaikat

Aku bermimpi suatu hari saya pergi ke nirwana dan seorang malaikat menemaniku dan memperlihatkan keadaan di surga. Kami berjalan memasuki suatu ruang kerja penuh...
admin
2 min read