Bersyukurlah Dan Berbahagialah

In Inspirasi 4 views

Suatu ketika di ruang kelas sekolah menengah, terlihat suatu percakapan yang menarik.Seorang Pak Guru, dengan buku di tangan, tampak menanyakan sesuatu kepada murid-muridnya di depan kelas.Sementara itu, dari mulutnya keluar sebuah pertanyaan. ” Anak-anak, kita sudah hampir memasuki saat-saat terakhir bersekolah di sini.Setelah 3 tahun, pencapaian terbesar apa yang menciptakan kalian senang ? Adakah hal-hal besar yang kalian peroleh selama ini ?”

Murid-murid tampak saling pandang.Terdengar bunyi lagi dari Pak Guru,” Ya, ceritakanlah satu hal terbesar yang terjadi dalam hidup kalian …”Lagi-lagi semua murid saling pandang, sampai kemudian tangan Pak Guru itu menunjuk pada seorang murid.” Nah, kau yang berkacamata, adakah hal besar yang kau temui ? Berbagilah dengan teman-temanmu …”Sesaat, terlontar sebuah dongeng dari si murid,” Seminggu yang lalu, yaitu saat-saat yang sangat besar buat saya.Orang bau tanah saya, gres saja membelikan sebuah motor, persis menyerupai yang saya impikan selama ini.”Matanya berbinar, tangannya tampak menyerupai sedang menunggang sesuatu. ” Motor sport dengan lampu yang berkilat, niscaya tak ada yang sanggup mengalahkan kebahagiaan itu !”

Pak Guru tersenyum. Tangannya menunjuk beberapa murid lainnya. Maka, terdengarlah bermacam-macam dongeng dari murid-murid yang hadir. Ada anak yang gres saja mendapat sebuah mobil. Ada pula yang gres sanggup melewatkan liburan di luar negeri. Sementara, ada murid yang bercerita perihal keberhasilannya mendaki gunung. Semuanya bercerita perihal hal-hal besar yang mereka temui dan mereka dapatkan. Hampir semua telah bicara,hingga terdengar bunyi dari arah belakang. ” Pak Guru … Pak, saya belum bercerita.” Rupanya, ada seorang anak di pojok kanan yang luput dipanggil. Matanya berbinar. Mata yang sama menyerupai dikala bawah umur lainnya bercerita perihal kisah besar yang mereka punya.

” Maaf, silahkan, ayo membuatkan dengan kami semua,” ujar Pak Guru kepada murid berambut lurus itu.
” Apa hal terbesar yang kau dapatkan ?” ujar Pak Guru mengulang pertanyaannya kembali. ” Keberhasilan terbesar buat saya, dan juga buat keluarga saya yaitu … dikala nama keluarga kami tercantum dalam Buku Telepon yang gres terbit 3 hari yang lalu.” Sesaat senyap. Tak sedetik, terdengar tawa-tawa kecil yang memenuhi ruangan kelas itu. Ada yang tersenyum simpul, terkikik-kikik, bahkan tertawa terbahak mendengar dongeng itu.

Dari sudut kelas, ada yang berkomentar, ” Ha ? Saya sudah semenjak lahir menemukan nama keluarga saya di Buku Telepon. Buku Telepon ? Betapa menyedihkan … hahaha …” Dari sudut lain, ada pula yang menimpali, ” Apa tak ada hal besar lain yang kau sanggup selain hal yang lumrah semacam itu ?” Lagi-lagi terdengar derai-derai tawa kecil yang masih memenuhi ruangan. Pak Guru berusaha menengahi situasi ini, sambil mengangkat tangan. ” Tenang sebentar anak-anak, kita belum mendengar dongeng selanjutnya. Silahkan teruskan, Nak …”

Anak berambut lurus itu pun kembali angkat bicara. ” Ya, memang itulah kebahagiaan terbesar yang pernah saya dapatkan. Dulu, Papa saya bukanlah orang baik-baik. Karenanya, kami sering berpindah-pindah rumah. Kami tak pernah menetap, alasannya yaitu selalu merasa di kejar polisi.” Matanya tampak menerawang. Ada bias pantulan cermin dari kedua bola mata anak itu, dan ia melanjutkan.” Tapi, sekarang Papa telah berubah. Dia telah mau menjadi Papa yang baik buat keluarga saya. Sayang, semua itu tidak butuh waktu dan usaha. Tak pernah ada Bank dan Yayasan yang mau memperlihatkan pemberian modal buat bekerja. Hingga setahun lalu, ada seseorang yang rela meminjamkan modal buat Papa saya.

Dan kini, Papa berhasil. Bukan hanya itu, Papa juga membeli sebuah rumah kecil buat kami. Dan kami tak perlu berpindah-pindah lagi.” ” Tahukah kalian, apa artinya jikalau nama keluarga saya ada di Buku Telepon ? Itu artinya, saya tak perlu lagi merasa takut setiap malam dibangunkan Papa untuk terus berlari. Itu artinya, saya tak perlu lagi kehilangan teman-teman yang saya sayangi. Itu juga berarti, saya tak harus tidur di dalam kendaraan beroda empat setiap malam yang dingin. Dan itu artinya, saya, dan juga keluarga saya, yaitu sama derajatnya dengan keluarga-keluarga lainnya.” Matanya kembali menerawang. Ada bulir bening yang mengalir. ” Itu artinya, akan ada harapan-harapan gres yang saya dapatkan nanti …”

Kelas terdiam. Pak Guru tersenyum haru. Murid-murid tertunduk. Mereka gres saja menyaksikan sebuah fragmen perihal kehidupan. Mereka juga gres saja mendapat pesan yang tersirat perihal pencapaian besar, dan kebahagiaan. Mereka juga mencar ilmu satu hal : ” Bersyukurlah dan berbahagialah setiap kali kita mendengar keberhasilan orang lain.Sekecil apapun …Sebesar apapun …”

author
Author: 
    Jangan Jadi Gelas
    Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya saat
    Ternyata Hidup Bijak Itu Sederhana
    Ada seseorang dikala melamar kerja, memungut sampah
    Perjalanan Bersama Malaikat
    Aku bermimpi suatu hari saya pergi ke
    Belajar Mengasihi Dari Cicak
    Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba

    Comments are closed.

    Must read×

    Top