Benih

Di Inspirasi 51 views
Benih,5 / 5 ( 1voting )
Suatu ketika, ada sebuah pohon yang rindang. Dibawahnya, tampak dua orang yang sedang beristirahat. Rupanya, ada seorang pedagang bersama anaknya yang berteduh disana. Tampaknya mereka kelelahan sehabis berdagang di kota. Dengan menggelar sehelai tikar, duduklah mereka dibawah pohon yang besar itu. Angin semilir membuat sang pedagang mengantuk. Namun, tidak demikian dengan anaknya yang masih belia. “Ayah, saya ingin bertanya…” terdengar bunyi yang mengusik ambang sadar si pedagang. “Kapan saya besar, Ayah? Kapan saya bisa berpengaruh ibarat Ayah, dan bisa membawa dagangan kita ke kota?” “Sepertinya”, lanjut sang bocah, “Aku tak akan bisa besar. Tubuhku ramping ibarat Ibu, berbeda dengan Ayah yang tegap dan berbadan besar. Kupikir, saya tak akan sanggup memikul dagangan kita kalau saya tetap ibarat ini.”

Jari tangannya tampak mengores-gores sesuatu di atas tanah. Lalu, ia kembali melanjutkan, “Bilakah saya bisa punya tubuh besar sepertimu, Ayah?” Sang Ayah yang awalnya mengantuk, sekarang tampak siaga. Diambilnya sebuah benih, di atas tanah yang sebelumnya di kais-kais oleh anaknya. Diangkatnya benih itu dengan ujung jari telunjuk. Benda itu terlihat ibarat kacang yang kecil, dengan ukuran yang tak sebanding dengan tangan pedagang yang besar-besar. Kemudian, ia pun mulai berbicara.

“Nak, jangan pernah aib dengan tubuhmu yang kecil. Pandanglah pohon besar kawasan kita berteduh ini. Tahukah kamu, batangnya yang kokoh ini, dulu berasal dari benih yang sekecil ini. Dahan, ranting dan daunnya, juga berasal dari benih yang Ayah pegang ini. Akar-akarnya yang tampak menonjol, juga dari benih ini. Dan kalau kau menggali tanah ini, ketahuilah, sulur-sulur akarnya yang menerobos tanah, juga berasal dari kawasan yang sama.” Diperhatikannya wajah sang anak yang tampak tertegun. “Ketahuilah Nak, benih ini menyimpan segalanya. Benih ini menyimpan batang yang kokoh, dahan yang rindang, daun yang lebar, juga akar-akar yang kuat. Dan untuk menjadi sebesar pohon ini, ia hanya membutuhkan angin, air, dan cahaya matahari yang cukup. Namun jangan lupakan waktu yang membuatnya terus bertumbuh. Pada mereka semualah benih ini berterima kasih, dikarenakan telah melatihnya menjadi mahluk yang sabar.” “Suatu dikala nanti, kau akan besar Nak. Jangan pernah takut untuk berharap menjadi besar, alasannya yakni bisa jadi, itu hanya butuh ketekunan dan kesabaran.”

Terlihat senyuman di wajah mereka. Lalu keduanya merebahkan diri, meluruskan pandangan ke langit lepas, membayangkan berjuta harapan dan harapan dalam benak. Tak usang berselang, keduanya pun terlelap dalam tidur, melepaskan lelah mereka sesudah seharian bekerja.

Jangan pernah merasa aib dengan segala keterbatasan. Jangan merasa murung dengan ketidaksempurnaan. Karena Allah, membuat kita penuh dengan keistimewaan. Dan alasannya yakni Allah, memang menyiapkan kita menjadi mahluk dengan banyak sekali kelebihan. Mungkin suatu ketika, kita pernah merasa kecil, tak mampu, tak berdaya dengan segala duduk kasus hidup. Kita mungkin sering bertanya-tanya, kapan kita menjadi besar, dan bisa menggapai semua impian, harapan dan keinginan yang ada dalam dada. Kita juga bisa jadi sering membayangkan, bilakah saatnya berhasil?

Kapankah dikala itu akan datang? Teman, kita yakni layaknya benih kecil itu. Benih yang menyimpan semua kekuatan dari batang yang kokoh, dahan yang kuat, serta daun-daun yang lebar. Dalam benih itu pula akar-akar yang keras dan menghujam itu berasal. Namun, akankah Allah membiarkan benih itu tumbuh besar, tanpa alpa dengan pemberian tiupan angin, derasnya air hujan, dan teriknya sinar matahari? Begitupun kita, akankah Allah membiarkan kita besar, berhasil, dan sukses, tanpa pernah mencicipi ujian dan cobaan?

Akankah Allah lupa mengingatkan kita dengan hembusan angin “masalah”, derasnya air “ujian” serta teriknya matahari “persoalan”? Tidak Teman. Karena Allah Maha Tahu, bahwa setiap hambaNya akan menemukan jalan keberhasilan, maka Allah akan tak pernah lupa dengan itu semua. Jangan pernah berkecil hati. Semua keberhasilan dan kesuksesan itu telah ada dalam dirimu.

author
Penulis: 
    Jangan Jadi Gelas
    Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya saat
    Ternyata Hidup Bijak Itu Sederhana
    Ada seseorang dikala melamar kerja, memungut sampah
    Perjalanan Bersama Malaikat
    Aku bermimpi suatu hari saya pergi ke
    Belajar Mengasihi Dari Cicak
    Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba
    Cerita Petani
    Alkisah jaman dahulu kala ada seorang petani

    Komentar ditutup.

    Baca Juga×

    Top