Belilah Ikanmu Sendiri

In Inspirasi 4 views
Seorang perdana menteri Cina yang cakap, Gonsong Yee, gemar sekali makan ikan. Setiap pagi, banyak orang mengantri di pintu depannya, ingin menawarkan hadiah berupa ikan-ikan yang mahal dan enak kepadanya. Melihat hal ini, sambil merasa salah tingkah, Yee dengan damai berterima kasih kepada mereka atas kebaikannya tetapi dengan tegas menolak untuk mendapatkan satu pun dari ikan-ikan itu. Kurangnya rasa sopan-santun sosial ini sangat mengejutkan dan menjengkelkan adiknya, yang tinggal bersamanya.
Suatu malam, setelah makan, beliau dengan rasa ingin tahu bertanya perihal alasan di balik semua itu kepada kakaknya. “Sangat sederhana,” ungkap si perdana menteri. “Untuk menghindari persoalan yang mungkin timbul, seorang laki-laki yang bijaksana sebaiknya tidak pernah membiarkan kesenangannya atau hobinya diketahui oleh umum. Aku memang sangat ceroboh dalam hal ini alasannya kegemaranku makan ikan diketahui oleh umum. Mengetahui kesukaanku, para pemberi bingkisan itu akan berusaha memuaskannya.
Jika saya merierima pemberian mereka, saya berhutang kepada mereka. Ketika menciptakan keputusan, secara sengaja maupun tidak sengaja saya akan memikirkan harapan mereka. Aku mungkin membelokkan aturan untuk membalas kebaikan mereka. Jika ini berlanjut, saya mempunyai resiko tertangkap dan kehilangan kedudukan serta reputasiku. Lalu siapa yang akan
peduli untuk memberi hadiah kepada seorang tawanan yang tidak dihargai dan tidak berkuasa? Oleh alasannya itu, saya dengar kedermawanan mereka. Tanpa mempunyai hutang kebijaksanaan kepada mereka mereka, saya bebas mengatur diriku sendiri. Dengan menciptakan keputusan yang sempurna dan tidak berat sebelah, saya sanggup mempertahankan posisiku tetap membeli ikanku sendiri.” Adiki maaf atas pemikirannya yang sempit

Penghargaan itu diraih, bukan diberikan. Demikian juga kesuksesan. Tidak ada masakan yang gratis di dunia ini. Seseorang harus selalu bergantung kepada dirinya sendiri, bukan orang lain, alasannya orang lain mempunyai kepentingan mereka masing-masing.

author
Author: 
    Jangan Jadi Gelas
    Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya saat
    Ternyata Hidup Bijak Itu Sederhana
    Ada seseorang dikala melamar kerja, memungut sampah
    Perjalanan Bersama Malaikat
    Aku bermimpi suatu hari saya pergi ke
    Belajar Mengasihi Dari Cicak
    Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba

    Comments are closed.

    Must read×

    Top