Bahagia Menjadi Seorang Guru

In Inspirasi 3 views

Quote dari Storm Jameson : “Happiness comes of the capacity to feel deeply, to enjoy simply, to think freely, to risk life, to be needed. – Kebahagiaan berasal dari kapasitas untuk merasakan, menikmati, berpikir bebas, menghadapi risiko hidup, dan menjadi dibutuhkan.” Kerabat Imelda…Kebahagiaan yaitu ide yang sangat abnormal dan bersifat sangat subyektif. Kebahagiaan sanggup terkait dengan tercapainya suatu keinginan atau kebutuhan kita. Tetapi kebahagiaan seorang guru berdasarkan saya sangat terkait dengan tanggung jawabnya mendidik dan mengajarkan nilai-nilai penting dan inspiratif terhadap para siswanya. Ketika seorang guru sanggup melaksanakan beberapa hal berikut ini kemungkinan besar dia sanggup mempunyai semua sumber kebahagiaan bahkan lebih dari semua yang dipaparkan oleh Storm Jameson tersebut. Seorang guru senang alasannya dia mengasihi profesi sebagai pendidik. Ia mendapat kepuasan tersendiri ketika sanggup mendidik para murid, walaupun mungkin kehidupan eksklusif mereka sederhana dan jauh dari kemewahan. Seorang guru akan jauh lebih bahagia, jikalau apa yang telah mereka lakukan tak hanya menciptakan para murid pandai melainkan menginspirasi bahkan menggerakkan para murid untuk mengubah diri mereka menjadi lebih baik. Mencintai proses pembelajaran dengan memperluas wawasan ilmu pengetahuan melalui banyak sekali macam buku, seminar, kaset, radio dan lain sebagainya yaitu sumber kebahagiaan seorang guru. Karena tanggung jawab seorang guru bukanlah sekadar menjelaskan subyek atau bahan pelajaran, melainkan memperlihatkan tumpuan perilaku bahwa kemauan untuk terus berguru sanggup meningkatkan kreatifitas dan memaksimalkan potensi diri. Seorang guru akan semakin senang jikalau bisa menginspirasi para siswa berguru lebih giat. Rasa syukur yang besar terhadap Tuhan YME mendatangkan keindahan dan kebahagiaan. Rasa syukur menciptakan guru lebih bahagia, alasannya rasa syukur itu membuatnya sanggup menjelaskan ilmu pengetahuan kepada para muridnya dengan bahasa yang kasatmata pula. Ia akan lebih senang jikalau perilaku yang kasatmata serta ilmu pengetahuan yang dia sampaikan menginspirasi para muridnya untuk lebih kreatif dan kasatmata dalam memakai ilmu pengetahuan tersebut. Seorang guru akan senang jikalau tidak membebani hidupnya dengan orientasi mendapat imbalan. Ia senang alasannya tidak pernah mengharap balas jasa dari murid atas semua yang diberikannya. Ia sudah cukup senang sanggup mengabdikan diri untuk membentuk para tunas bangsa menjadi sumber daya insan yang berkualitas. guru Guru akan senang jikalau berhasil membangkitkan semangat para murid yang nyaris terpuruk alasannya kehilangan jati diri. Untuk semua itu dia akan rela melaksanakan apapun, walaupun harus menghadapi banyak kesulitan. Mendampingi dan membentuk belum dewasa didik menjadi tegar dan optimis, baginya jauh lebih menyenangkan dibandingkan apa pun juga. Seorang guru bahagia, jikalau dia menjadi diri sendiri dan tidak membandingkan dengan orang lain. Ia bebas berekspresi sebagai diri sendiri dalam memberikan ilmu pengetahuan semoga terserap dan bermanfaat bagi anak didiknya. Ia akan berbahagia jikalau adab yang dia tunjukkan itu sanggup menumbuhkan keberanian para murid untuk menjalani kehidupan dengan jujur dan menghargai diri sendiri. Guru senang alasannya dia mengasihi murid-muridnya, bagaimanapun keadaan mereka. Ia menikmati ketika bahu-membahu berjuang melawan keterbatasan diri dengan ilmu pengetahuan dan kecerdikan pekerti. Sebagaimana M. Scott Peck mengatakan, “When we love something it is of value to us, and when something is of value to us we spend time with it, time enjoying it and time taking care of it. – Ketika kita mengasihi sesuatu maka itu akan berarti bagi kita. Ketika sesuatu berarti bagi kita, maka kita akan senang menghabiskan waktu untuknya, menikmatinya, dan memeliharanya”. Guru yang senang yaitu guru yang terus memperkaya ilmu pengetahuannya. Dengan demikian dia sanggup mengkreasikan metode mengajar, sehingga para murid sanggup dengan gampang menyerap ilmu pengetahuan yang dia sampaikan. Semakin luas ilmu yang dia miliki, semakin gampang baginya mengubah kesulitan hidup menjadi anugrah yang membahagiakan. Seorang guru bahagia, alasannya kehidupannya berjalan seimbang. Keseimbangan tersebut dikarenakan dia bisa memanajemen waktu. Ia sanggup memakai waktu secara efektif dan proporsional untuk diri sendiri, keluarga, profesi, acara sosial, berguru dan beribadah. Sumber kebahagiaan seorang guru berasal dari dalam dirinya sendiri. Ia senang ketika bisa menginspirasikan harapan, kebahagiaan, kekuatan sekaligus nilai-nilai moralitas kepada generasi masa depan. Ia akan lebih senang jikalau para anak didik itu bisa melaksanakan hal serupa dengan dirinya. 

author
Author: 
    Jangan Jadi Gelas
    Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya saat
    Ternyata Hidup Bijak Itu Sederhana
    Ada seseorang dikala melamar kerja, memungut sampah
    Perjalanan Bersama Malaikat
    Aku bermimpi suatu hari saya pergi ke
    Belajar Mengasihi Dari Cicak
    Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba

    Comments are closed.

    Must read×

    Top