Arti Kesibukan

1 min read

Suatu hari, spesialis ‘Managemen Waktu’ berbicara di depan sekelompok mahasiswa bisnis, dan ia menggunakan ilustrasi yg tidak akan dengan gampang dilupakan oleh para siswanya. Ketika beliau bangun dihadapan siswanya beliau berkata, “Baiklah, kini waktunya kuis.”Kemudian beliau mengeluarkan toples berukuran galon yg bermulut cukup lebar, dan meletakkannya di atas meja. Lalu ia juga mengeluarkan sekitar selusin kerikil berukuran segenggam tangan dan meletakkan dengan hati-hati batu-batu itu ke dalam toples.
Ketika kerikil itu memenuhi toples hingga ke ujung atas dan tidak ada kerikil lagi yg muat untuk masuk ke dalamnya, beliau bertanya, “Apakah toples ini sudah penuh?” Semua siswanya serentak menjawab,”Sudah!” Kemudian beliau berkata, “Benarkah?” Dialalu meraih dari bawah meja sekeranjang kerikil. Lalu beliau memasukkan kerikil-kerikil itu ke dalam toples sambil sedikit mengguncang-guncangkannya, sehingga kerikil itu menerima daerah di antara celah-celah batu-batu itu. Lalu ia bertanya kepada siswanya sekali lagi, “Apakah toples ini sudah penuh?”Kali ini para siswanya hanya tertegun. “Mungkin belum!”, salah satu dari siswanya menjawab. “Bagus!” jawabnya.
Kembali beliau meraih kebawah meja dan mengeluarkan sekeranjang pasir. Dia mulai memasukkan pasir itu ke dalam toples, dan pasir itu dengan gampang eksklusif memenuhi ruang-ruang kosong diantara kerikil dan bebatuan. Sekali lagi beliau bertanya, “Apakah toples ini sudah penuh?” “Belum!” serentak para siswanya menjawab. Sekali lagi beliau berkata, “Bagus!” Lalu ia mengambil sebotol air danmulai menyiramkan air ke dalam toples, hingga toples itu terisi penuh hingga keujung atas. Lalu si Ahli Manajemen Waktu ini memandang kepada para siswanya dan bertanya, “Apakah maksud dari ilustrasi ini?” Seorang siswanya yg antusiaslangsung menjawab, “Maksudnya, betapapun penuhnya jadwalmu, bila kau berusahakamu masih sanggup menyisipkan agenda lain ke dalamnya!””Bukan!”, jawab si ahli, “Bukan itu maksudnya. Sebenarnya ilustrasi ini mengajarkan kita bahwa JIKA BUKAN BATU BESAR YANG PERTAMA KALI KAMU MASUKKAN,MAKA KAMU TIDAK AKAN PERNAH DAPAT MEMASUKKAN BATU BESAR ITU KE DALAM TOPLES TERSEBUT.”
Apakah batu-batu besar dalam hidupmu? Mungkin anak-anakmu, suami/istrimu, orang-orang yg kau sayangi, persahabatanmu, kesehatanmu, mimpi-mimpimu. Hal-hal yg kau anggap paling berharga dalam hidupmu. Ingatlah untuk selalu meletakkan batu-batu besar tersebut sebagai yg pertama, atau kau tidak akanpernah punya waktu untuk memperhatikannya. Jika kau mendahulukan hal-hal yangkecil dalam prioritas waktumu, maka kau hanya memenuhi hidupmu dengan hal-halyang kecil, kau tidak akan punya waktu untuk melaksanakan hal yang besar dan berharga dalam hidupmu.
Nothing great in the world has ever been accomplished without PASSION.

Jangan Jadi Gelas

Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya saat wajahnya belakangan ini selalu tampak murung. “Kenapa kamu selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di...
admin
1 min read

Ternyata Hidup Bijak Itu Sederhana

Ada seseorang dikala melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan beliau mendapat pekerjaan...
admin
1 min read

Perjalanan Bersama Malaikat

Aku bermimpi suatu hari saya pergi ke nirwana dan seorang malaikat menemaniku dan memperlihatkan keadaan di surga. Kami berjalan memasuki suatu ruang kerja penuh...
admin
2 min read