Apa Penyebab Penyakit ?

In Inspirasi 4 views

Kalau keabadian itu ada, Aku ingin tak mati. Akan tetapi tidak ada keabadian di dunia ini.

Dr. Harldson Hoffen, seorang dokter di sebuah rumah sakit (Mei), suatu ketika mempresentasikan hasil risetnya di depan forum Amerika untuk para dokter, andal bedah dan kalangan industriawan. Saat itu ia menyampaikan bahwa ia telah meneliti kondisi seratus tujuh puluh enam pekerja. Usia mereka rata rata 44 tahun. Ternyata lebih dari sepertiga para pekerja itu menderita satu dari tiga penyakit yang disebabkan oleh ketegangan saraf. Tiga penyakit itu ialah kerusakan jantung, nanah lambung dan tekanan darah.


Yang demikian itu terjadi dikala mereka belum hingga 45 tahun. Apakah orang yang membayar keberhasilannya dengan nanah lambung dan kerusakan jantung bisa dianggap sebagai orang yang sukses? Apa gunanya mengumpulkan dunia dengan mengorbankan kesehatannya? Walaupun seseorang mempunyai dunia seluruhnya, beliau tidak sanggup tidur kecuali di atas satu kawasan tidur saja. Dia pun tidak bisa makan kecuali tiga kali sehari. Lalu apa bedanya antara beliau dengan kuli bangunan?


Bahkan boleh jadi para kuli bangunan itu bisa tidur lebih nyenyak dan lebih lahab menikmati masakan ketimbang para bisnisman yang mempunyai kedudukan. Dr. W.S. Fritz menyampaikan : “Empat dari lima orang yang sakit tidak disebabkan oleh kerusakan fisik, tapi penyakit mereka ditimbulkan oleh ketakutan, gelisah, kebencian, ketidakmampuan mengikuti keadaan dengan kehidupan, dll.


Pencerahan : Kita tidak kuasa mengubah masa kemudian dan melukis masa depan sesuai dengan impian kita. Lalu, mengapa kita membunuh diri sendiri dengan bersedih atas sesuatu yang mustahil kita ubah.


author
Author: 
    Jangan Jadi Gelas
    Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya saat
    Ternyata Hidup Bijak Itu Sederhana
    Ada seseorang dikala melamar kerja, memungut sampah
    Perjalanan Bersama Malaikat
    Aku bermimpi suatu hari saya pergi ke
    Belajar Mengasihi Dari Cicak
    Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba

    Comments are closed.

    Must read×

    Top