Black Friday Promo Hosting Unlimited Indonesia

Antara Cacing , Burung , Dan Manusia

Di Inspirasi 73 views

Bila kita sedang mengalami kesulitan hidup alasannya ialah himpitan kebutuhan materi, maka cobalah kita ingat pada burung dan cacing. Kita lihat burung tiap pagi keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Tidak terbayang sebelumnya kemana dan dimana ia harus mencari makanan yang diperlukan.
Karena itu kadangkala sore hari ia pulang dengan perut kenyang dan dapat membawa makanan buat keluarganya, tapi kadang makanan itu cuma cukup buat keluarganya, sementara ia harus “puasa”. Bahkan seringkali ia pulang tanpa membawa apa-apa buat keluarganya sehingga ia dan keluarganya harus “berpuasa”. Meskipun burung lebih sering mengalami kekurangan makanan alasannya ialah tidak punya “kantor” yang tetap, apalagi sesudah lahannya banyak yang diserobot manusia, namun yang jelas
kita tidak pernah melihat ada burung yang berusaha untuk bunuh diri. Kita tidak pernah melihat ada burung yang tiba-tiba menukik membenturkan kepalanya ke kerikil cadas. Kita tidak pernah melihat ada burung yang tiba-tiba menenggelamkan diri ke sungai. Kita tidak pernah melihat ada burung yang menentukan meminum racun untuk mengakhiri penderitaannya. Kita lihat burung tetap optimis
akan makanan yang dijanjikan Allah. Kita lihat, walaupun kelaparan, tiap pagi ia tetap berkicau dengan merdunya. Tampaknya burung menyadari benar bahwa demikianlah hidup, suatu waktu berada diatas dan dilain waktu terhempas ke bawah. Suatu waktu kelebihan dan di lain waktu kekurangan. Suatu waktu kekenyangan dan dilain waktu kelaparan. 

Sekarang marilah kita lihat binatang yang lebih lemah dari burung, yaitu cacing. Kalau kita perhatikan, binatang ini seperti tidak memiliki sarana yang layak untuk survive atau bertahan hidup. Ia tidak memiliki kaki, tangan, tanduk atau bahkan mungkin ia juga tidak memiliki mata dan telinga. Tetapi ia ialah makhluk hidup juga dan, sama dengan makhluk hidup lainnya, ia memiliki perut yang apabila tidak diisi maka ia akan mati.Tapi kita lihat , dengan segala keterbatasannya, cacing tidak pernah putus asa dan putus asa untuk mencari makan. Tidak pernah kita menyaksikan cacing yang membentur-benturkan epalanya ke batu. 

Sekarang kita lihat manusia. Kalau kita bandingkan dengan burung atau cacing, maka sarana yang dimiliki insan untuk mencari nafkah jauh lebih canggih. Tetapi kenapa insan yang dibekali banyak kelebihan ini seringkali kalah dari burung atau cacing ? Mengapa insan banyak yang putus asa kemudian bunuh diri menghadapi kesulitan yang dihadapi? Padahal rasa-rasanya belum pernah kita lihat cacing yang berusaha bunuh diri alasannya ialah putus asa. Rupa-rupanya kita perlu banyak berguru banyak dari burung dan cacing.

Black Friday Promo Hosting Unlimited Indonesia
author
Penulis: 
    Jangan Jadi Gelas
    Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya saat
    Ternyata Hidup Bijak Itu Sederhana
    Ada seseorang dikala melamar kerja, memungut sampah
    Perjalanan Bersama Malaikat
    Aku bermimpi suatu hari saya pergi ke
    Belajar Mengasihi Dari Cicak
    Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba
    Cerita Petani
    Alkisah jaman dahulu kala ada seorang petani

    Komentar ditutup.

    Baca Juga×

    Top