Anjing Yang Rakus

In Inspirasi 2 views

Ada seekor anjing yang terasa galau saking laparnya, seharian penuh tidak mendapat makanan. Saat senja tiba, balasannya dengan penuh gairah ia melihat sepotong daging yang yummy di atas tanah, ia bergegas menggondol daging itu dan berlari ke daerah tinggalnya. Dalam hati ia merenung “sungguh beruntung sekali, di luar dugaan sanggup mendapat daging besar ini, saya harus menikmati dengan sepuasnya.”

Sambil berjalan ia berpikir, dan tanpa disadari datang di sebuah sungai, jikalau sudah melewati jembatan kecil berarti daerah tinggalnya sudah dekat, berpikir hingga di situ ia lantas menggigit lebih erat lagi daging itu, dan berjalan di atas jembatan penyeberangan. Ia berjalan dengan sangat hati-hati, dikala hingga di tengah jembatan, tanpa sengaja ia memandang ke sungai, dan begitu melihat ke sungai bukan main kagetnya, ia melihat ada seekor anjing di sungai itu, menggondol sepotong daging yang besar dan sedang menatapnya. Dalam hati ia mulai berpikir “wah, daging yang digondolnya itu tampaknya lebih besar dibanding daging saya ini! Jika saya sedikit lebih galak terhadapnya, siapa tahu mungkin ia akan melepaskan daging itu dan lari!”

Makin dipikir ia semakin gembira, kemudian mulai galak terhadap anjing di sungai itu. Namun, anehnya, anjing itu tampaknya tidak takut sedikit pun terhadapnya. Ia memelototkan mata, dan anjing itu juga memelototkan matanya; ia berbalik, anjing itu juga berbalik, ia menghentakkan kaki, anjing itu juga ikut menghentakkan kakinya. Akhirnya, ia benar-benar marah, dalam hati berpikir “lebih baik saya menggigitnya, ia niscaya akan lari, dengan begitu saya sanggup mendapat daging itu,” lalu, ia membuka moncongnya dan menggonggong dengan keras “Auh. auh.auh…”

Begitu ia membuka moncongnya, daging dalam gigitannya kemudian tiba-tiba terjatuh ke sungai, menghancurkan badan anjing yang berada di sungai itu, dan dalam sekejap karam di dalam air lenyap tak berbekas. Percikan air yang dalam menghancurkan semua mimpi si anjing yang rakus ini, dan ia gres menyadari bahwa ternyata anjing itu yaitu bayangan dirinya dalam air. Lalu
dengan duka ia menangis “kalau tahu begini saya tidak akan sedemikian rakus, namun kini, saya harus menahan lapar lagi, ke mana saya harus mencari makan?”

Banyak orang ingin sanggup hidup dengan lebih baik, harus mendapat lebih banyak, maka disadari atau tidak sanggup mencelakakan kepentingan orang lain, tidak puas dengan apa yang sudah diperolehnya. Bahkan ada yang tak segan-segan merampas barang milik orang lain. Anjing yang rakus ini demi untuk mendapat sepotong daging lebih banyak, malah kehilangan masakan lezatnya, lantas apa yang hilang pada insan yang rakus? Persaudaraan, persahabatan, hati nurani atau ketenangan hati? Ya, ini semua gres merupakan harta benda yang paling berharga dalam kehidupan! Hargailah semua yang kita miliki, tidak memaksakan sesuatu yang tidak sanggup diperoleh, jangan alasannya yaitu rakus lantas malah kehilangan sesuatu yang sudah ada. “Kalau memang milik kita, niscaya akan kita miliki, kalau bukan jangan memaksakan kehendak”, orang yang tahu menikmati hidup apa adanya, itulah orang yang benar-benar kaya.

author
Author: 
    Jangan Jadi Gelas
    Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya saat
    Ternyata Hidup Bijak Itu Sederhana
    Ada seseorang dikala melamar kerja, memungut sampah
    Perjalanan Bersama Malaikat
    Aku bermimpi suatu hari saya pergi ke
    Belajar Mengasihi Dari Cicak
    Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba

    Comments are closed.

    Must read×

    Top