Ambil. Atau Bersiaplah Kehilangan

In Inspirasi 4 views

Dalam sebuah kelas pelatihan, saya mengambil selembar kertas polos lalu menggunting-guntingnya menjadi beberapa bagian. Ada guntingan besar ada juga yang kecil. Tapi jumlahnya sengaja saya buat tak sama dengan jumlah penerima dalam kelas itu, dua puluh orang. Kemudian saya meminta kepada penerima untuk mengambil masing-masing satu guntingan kertas yang tersedia di meja depan. “Silahkan ambil satu!” demikian arahan yang saya berikan. Dapat diduga, ada yang antusias maju dengan gerak cepat dan mengambil bagiannya, ada yang berjalan santai, ada juga yang meminta pemberian temannya untuk mengambilkan. Dua tiga orang bahkan terlihat bermalasan untuk mengambil, mereka berpikir toh semuanya kebagian guntingan kertas tersebut.

Hasilnya? Empat orang terakhir tak mendapat guntingan kertas. Delapan orang pertama ke depan mendapat guntingan besar-besar, yang berjalan santai dan yang meminta diambilkan harus rela mendapat yang kecil. Lalu saya katakana kepada mereka, “inilah hidup. Anda ambil kesempatan yang tersedia atau Anda akan kehilangan kesempatan itu. Anda tak melakukannya, akan banyak orang lain yang melakukannya”.


Pagi ini di kereta saya mendapati seorang perempuan hamil yang berdiri agak jauh. Saya sempat berpikir bahwa orang yang paling bersahabat lah yang `wajib’ memberinya kawasan duduk. Tapi sedetik lalu saya bangkit dan segera memanggil ibu itu untuk duduk. Ini perbuatan baik, jikalau saya tak mengambil kesempatan ini orang lainlah yang melakukannya. Dan belum tentu esok hari saya masih mempunyai kesempatan menyerupai ini.


Saya percaya bahwa orang-orang yang lebih cepat berupaya meraihnya lah yang mempunyai kesempatan untuk mendapat rezeki yang lebih banyak. Sementara merekaSoal rezeki misalnya, saya percaya ia tak pernah tiba sendiri menghampiri orang-orang yang lelap tertidur meski matahari sudah terik. “Bangun pagi, rezekinya dipatok ayam tuh!” Orang renta dulu sering berucap menyerupai itu. Dan entah kenapa sampai detik ini saya tak pernah sanggup menyanggah ucapan orangtua perihal rezeki itu. Sementara mereka yang bersantai-santai atau bahkan bermalas-malasan, terdapat kemungkinan kehabisan rezeki.


Contoh kecil, datanglah terlambat dari jam kantor Anda yang semestinya. Perusahaan tidak hanya akan mengurangi honor Anda jawaban keterlambatan Anda, bahkan kinerja Anda dianggap minus dan itu mensugesti evaluasi perusahaan terhadap Anda. Bisa jadi Anda tidak mendapat promosi tahun ini, sementara rekan Anda yang tak pernah terlambat lebih berpeluang. Saya sering mendengar sobat saya berkomentar negatif perihal apa yang dikerjakan orang lain, “Ah, kalau cuma goresan pena begini sih saya juga sanggup melakukannya” atau “Saya sanggup melaksanakan yang lebih baik dari orang itu”. Kepadanya saya katakan, saya yakin Anda sanggup melakukannya. Masalahnya, semenjak tadi saya hanya melihat Anda terus berbicara dan tak melaksanakan apa pun.


Sementara orang-orang di luar sana pribadi berbuat tanpa perlu banyak bicara. Buktikan, jikalau Anda sanggup! Terus berbicara dan mengomentari hasil kerja orang lain tidak akan menciptakan Anda diakui keberadaannya. Hanya orang-orang yang berbuatlah yang diakui keberadaannya. Kepada penerima di kelas training tersebut saya jelaskan, simulasi tadi juga berlaku untuk urusan ibadah. Saya tidak berhak menyampaikan bahwa orang yang lebih sempurna waktu akan mendapat pahala lebih besar, alasannya yakni itu hak Allah dan juga tergantung dengan kualitas ibadahnya itu sendiri.


Tapi bukankah setiap orang renta akan lebih menyukai anaknya yang tanggap dan cepat menghampiri dikala dipanggil ketimbang anak lainnya yang menunda-nunda? Jika demikian, buatlah Allah suka kepada Anda. Karena suka mungkin saja awal dari cinta. Semoga.


author
Author: 
    Jangan Jadi Gelas
    Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya saat
    Ternyata Hidup Bijak Itu Sederhana
    Ada seseorang dikala melamar kerja, memungut sampah
    Perjalanan Bersama Malaikat
    Aku bermimpi suatu hari saya pergi ke
    Belajar Mengasihi Dari Cicak
    Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba

    Comments are closed.

    Must read×

    Top