5 Kekuatan Perencanaan Sun Tzu

In Inspirasi 10 views

Kehidupan sehari-hari, khususnya dunia bisnis, tidak jauh berbeda dengan medan pertempuran. Jika ingin sukses, kita perlu seni administrasi yang tepat! Maka saya menurunkan goresan pena yang membahas seni administrasi perang Sun Tzu, ditambah aplikasinya secara singkat dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam bidang bisnis. Selamat menikmati, agar bermanfaat. Salam sukses, luar biasa!!

5 Kekuatan Perencanaan Sun Tzu

Lebih dari 2400 tahun silam di tanah Tiongkok, hebat seni administrasi perang Sun Tzu melalui karyanya yang melegenda, yakni 13 potongan seni administrasi perang, menegaskan bahwa “perang” ialah duduk kasus yang sangat mendasar untuk berdirinya sebuah negara. Perang menyangkut hidup atau matinya rakyat. Perang mengatakan keperkasaan atau kerapuhan pemimpin negara, dan juga memilih kejayaan atau keruntuhan sebuah negara. Jadi, sebelum mengambil keputusan untuk berperang, kekuatan negara, faktor militer, dan situasi medan pertempuran harus dipelajari dengan sangat hati-hati, saksama, akurat, dan menyeluruh.Sangat sempurna kiranya, Sun Tzu meletakkan penyusunan planning dalam potongan pertama dalam 13 seni administrasi perangnya. Sun Tzu menegaskan, setidaknya ada5 faktoryang harus dikuasai sebagai dasar dalam menyusun planning perang. Yaitu:

1. Dao (faktor moral)
Jika pemimpin negara menerima sumbangan etika dari rakyat, maka rakyatnya niscaya siap bertempur dan rela berkorban.

2. Tian (faktor langit)
Menyangkut cuaca, musim, gelap-terang, peluang, dan timing

3. Di (faktor geografi)
Jarak, dan terjalnya medan pertempuran

4. Jiang (faktor kepemimpinan)
Menyangkut wibawa dan kharisma seorang pemimpin yang bijak dan tegas.

5. Fa (faktor hukum)
Kedisiplinan serta struktur organisasi yang rapi dan solid.Kedisiplinan serta struktur organisasi yang rapi dan solid.

Jika kelima faktor ini dikuasai, ditambah pertimbangan faktor pendukung lainnya, maka, pemimpin perang akan akan bisa menyusun planning perang dan seni administrasi dengan sangat efektif dan efisien. Sun Tzu menegaskan: barangsiapa bisa menyusun planning dengan sangat saksama, akurat, dan detail, beliau akan memenangkan peperangan! Sebaliknya, barang siapa gegabah dan tidak fokus dalam perencanaan, niscaya akan kalah dalam perang.

Jadi, dari cara menyusun planning saja, kita sudah sanggup meramalkan, apakah kita akan meraih kemenangan, atau dikalahkan lawan. Ditambahkan pula oleh Sun Tzu ihwal konsep “Che Chi Chie Bie, Pai Chan Pai Sen”. Artinya, mengetahui kekuatan maupun kelemahan diri sendiri, sekaligus mengetahui kekuatan dan kelemahan lawan. Hasilnya, 100 kali berperang, 100 kali menang!

Sun Tzu mengingatkan, kemenangan harus diawali dengan penyusunan planning seni administrasi yang matang. Jangan sekali-kali bertindak gegabah atau sembrono pada tahap yang paling mendasar ini. Adakan penyelidikan, pengumpulan data atau info yang lengkap, akurat, detail, menyeluruh, serta tinggi tingkat presisinya, dan analisis dengan tajam banyak sekali faktor di lapangan. Dari analisis tersebut akan menghasilkan suatu seni administrasi perang yang sangat efektif alasannya ialah kita mengetahui persis kekuatan secara umum dikuasai kita (advantage point). Hasilnya, seni administrasi perang yang tidak saja efektif, tetapi niscaya berdaya guna karna kekuatan di tangan kita. Poweful!

Catatan:

Dalam dunia bisnis, potongan pertama dari 13 potongan seni administrasi perang Sun Tzu diaplikasikan dalamanalisis SWOT. Tentu, kita sudah sangat mengenal konsep yang menekankan pentingnya analisisStrength/Kekuatan, Weakness/Kelemahan, Opportunity/Kesempatan, dan Threat/Ancaman ini. Berpuluh-puluh tahun lamanya, analisis SWOT telah dibuktikan keandalannya oleh para pebisnis

author
Author: 
    Jangan Jadi Gelas
    Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya saat
    Ternyata Hidup Bijak Itu Sederhana
    Ada seseorang dikala melamar kerja, memungut sampah
    Perjalanan Bersama Malaikat
    Aku bermimpi suatu hari saya pergi ke
    Belajar Mengasihi Dari Cicak
    Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba

    Comments are closed.

    Must read×

    Top