Teori Kebutuhan

By | Januari 17, 2018

Nasrudin berbincang-bincang dengan hakim kota. Hakim kota, ibarat umumnya cendekiawan era itu, sering berpikir hanya dari satu sisi saja. Hakim memulai, “Seandainya saja, setiap orang mau mematuhi aturan dan etika, …” Nasrudin menukas, “Bukan insan yang harus mematuhi hukum, tetapi
justru aturan lah yang harus diubahsuaikan dengan kemanusiaan.”

Hakim mencoba bertaktik, “Tapi coba kita lihat cendekiawan ibarat Anda. Kalau Anda mempunyai pilihan: kekayaan atau kebijaksanaan, mana yang akan dipilih?” Nasrudin menjawab seketika, “Tentu, saya menentukan kekayaan.” Hakim membalas sinis, “Memalukan. Anda ialah cendekiawan yang
diakui masyarakat. Dan Anda menentukan kekayaan daripada kebijaksanaan?” Nasrudin balik bertanya, “Kalau pilihan Anda sendiri?” Hakim menjawab tegas, “Tentu, saya menentukan kebijaksanaan.”

Dan Nasrudin menutup, “Terbukti, semua orang menentukan untuk memperoleh apa yang belum dimilikinya.”