Segelas Susu

By | Januari 19, 2018

Suatu hari, seorang anak lelaki miskin yang hidup dari menjual asongan dari pintu ke pintu,
menemukan bahwa dikantongnya hanya tersisa beberapa sen uangnya, dan ia sangat lapar.
Anak lelaki tersebut tetapkan untuk meminta masakan dari rumah berikutnya. Akan tetapi anak itu kehilangan keberanian ketika seorang perempuan muda membuka pintu rumah. Anak itu tidak jadi meminta makanan, ia hanya berani meminta segelas air.

Wanita muda tersebut melihat, dan berpikir bahwa anak lelaki tersebut pastilah lapar, oleh alasannya ialah itu ia membawakan segelas besar susu. Anak lelaki itu meminumnya dengan lambat, dan kemudian bertanya, “berapa saya harus membayar untuk segelas besar susu ini ?” Wanita itu menjawab: “Kamu tidak perlu membayar apapun”. “Ibu kami mengajarkan untuk tidak mendapatkan bayaran untuk kebaikan” kata perempuan itu menambahkan. Anak lelaki itu kemudian menghabiskan susunya dan berkata :” Dari dalam hatiku saya berterima kasih pada anda.”

Sekian tahun kemudian, perempuan muda tersebut mengalami sakit yang sangat kritis. Para dokter
dikota itu sudah tidak sanggup menganganinya. Mereka kesudahannya mengirimnya ke kota besar,
dimana terdapat dokter seorang andal yang bisa menangani penyakit langka tersebut. Dr. Howard Kelly dipanggil untuk melaksanakan pemeriksaan. Pada ketika ia mendengar nama kota asal si perempuan tersebut, terbersit seberkas pancaran aneh pada mata dokter Kelly.

Segera ia bangun dan bergegas turun melalui hall rumahsakit, menuju kamar si perempuan tersebut.
Dengan berpakaian jubah kedokteran ia menemui si perempuan itu. Ia pribadi mengenali perempuan itu pada sekali pandang. Ia kemudian kembali ke ruang konsultasi dan tetapkan untuk melaksanakan upaya terbaik untuk menyelamatkan nyawa perempuan itu. Mulai hari itu, Ia selalu menunjukkan perhatian khusus pada kasus perempuan itu. Setelah melalui usaha yang panjang, kesudahannya diperoleh kemenangan… Wanita itu sembuh !!. Dr. Kelly meminta bab keuangan rumah sakit untuk mengirimkan seluruh tagihan biaya pengobatan kepadanya untuk persetujuan. Dr. Kelly melihatnya, dan menuliskan sesuatu pada pojok atas lembar tagihan, dan kemudian mengirimkannya ke kamar pasien.

Wanita itu takut untuk membuka tagihan tersebut, ia sangat yakin bahwa ia tak akan mampu
membayar tagihan tersebut walaupun harus dicicil seumur hidupnya. Akhirnya Ia memberanikan diri untuk membaca tagihan tersebut, dan ada sesuatu yang menarik perhatuannya pada pojok atas lembar tagihan tersebut. Ia membaca goresan pena yang berbunyi.. “Telah dibayar lunas dengan segelas besar susu..” tertanda, DR Howard Kelly. Air mata kebahagiaan membanjiri matanya. Ia berdoa: “Tuhan, terima kasih, bahwa cintamu telah memenuhi seluruh bumi melalui hati dan tangan manusia.”

–sekarang terserah anda,anda sanggup mengirimkan pesan cinta ini kepada orang lain, atau abaikannya dan berpura-pura bahwa dongeng ini tidak menyentuh hati Anda.—