Black Friday Promo Hosting Unlimited Indonesia

Rintangan Dan Kesempatan

Di Inspirasi 52 views

Sayangku Ellen, Kemarin malam kau bertanya pada ibu, “Apakah berat menjadi seorang ibu?” Kamu lihat sendiri, malam itu ibu harus buru-buru menyiapkan makan di meja, dimana satu pendengaran mendengarkanmu, sementara pendengaran yang lain menangkap bunyi adik-adikmu yang berisik sedang berdebat di gudang. Waktu itu ibu menjawab, “Kadang-kadang ya, tetapi semuanya berharga. Sekarang pergi dan cari mainan sendiri.” Jawaban ibu terlihat buru-buru dan sembarangan, tetapi kau cukup puas mendengarnya.
“Bagus,” kau berkata. “Karena aku ingin menjadi menyerupai ibu dikala besar nanti.” Dan dengan senyum lebar kau menghilang untuk bergabung dengan bunyi ribut adik-adikmu di gudang.

Setelah kau tidur, ibu memikirkan lagi pertanyaanmu dan balasan yang ibu katakan. Memang benar, menjadi seorang ibu yaitu pekerjaan yang berat. Kadang-kadang sangat berat. Ibu hanya punya waktu beberapa tahun (walaupun kadang terasa menyerupai selamanya) untuk mengajarimu menyeberang jalan dan menggunakan helm dikala bersepeda. Mengajar untuk dapat mengucapkan “terima kasih” atau menjawab telpon dengan benar.

Menjadi seorang ibu berarti menjadi seorang pelindung, pengelola, wasit, kepala juru masak dan pencuci botol. Daftarnya dapat sangat panjang dan tanggung jawabnya seolah tidak ada habisnya. Tapi tiap hari ibu harus menciptakan pilihan terhadap semuanya itu: seharian penuh dengan rintangan atau menyingkirkan semua beban itu dengan menganggapnya sebagai suatu kesempatan yang menantang. Sangat gampang untuk melihat semua rintangan itu.

Pegangan tangga penuh bekas tangan. Noda di karpet. Jaring laba-laba di sudut rumah. Boneka berdebu di barwah kawasan tidur. Mainan yang berserakan. Sampah yang bau. Hidung ingusan. Rambut gimbal. Kaus kaki bolong. Makanan basi. Jika duduk kasus itu melimpah, hari-hari ibu sangat berat dan penuh air mata. Pada hari itu ibu menggunakan baju yang lusuh, alasannya yaitu bila tidak terkena muntahan si kecil, kau mengoleskan tangan kotormu di baju ibu. Akhirnya sehabis sepanjang hari yang melelahkan ibu mencoba tidur singkat di tengah malam, tetapi kadang masih terdengar bunyi teriakan dari kamar kalian, “Bu, kasurnya basah. Adek ngompol.” Akan tetapi bila ibu memandang itu semua sebagai suatu kesempatan, maka segala sesuatu menjadi terasa indah dan menyenangkan.

Tepukan di punggung atau kepala kalian menyandar di pundak ibu. Tenda yang kalian buat di ruang makan. Pengumuman bahwa ekspo lukisan dibuka dengan pajangan gambar tangan bawah umur umur empat tahun. Diskusi diam-diam di gudang untuk menciptakan seni administrasi bagaimana caranya memata-matai ibu. Sentuhan di tangan ibu di tengah malam dan bunyi kalian berkata, “Apa malam ini aku dapat tidur di sini bersama ibu?”

Ibu suka tertawa dikala melihat mulutmu belepotan krim coklat, alasannya yaitu ibu tahu kau paling suka camilan manis brownis yang gres saja diangkat dari oven. Ibu juga dapat tersenyum dikala menemukan sarung tangan yang lembap kuyup, alasannya yaitu ibu tahu bahwa kau sangat gembira dengan benteng salju yang kalian buat di halaman belakang.

Hari-hari ibu penuh dengan kejutan dan hal-hal yang menantang. Ibu sering berbicara sendiri untuk membangkitkan semangat: Ya, ibu dapat berjaga tengah malam sekali lagi untuk mengurus adikmu yang masih bayi – ia baunya sedap. Ya ibu dapat membaca goresan pena ‘Kucing di kepala’ sekali lagi – dikala ia tertidur di gendongan ibu. Ya – ibu dapat mendengar sekali lagi pertengkaran kalian tanpa kehilangan kesabaran alasannya yaitu ibu tahu suatu hari kalian akan menjadi sahabat yang baik satu dengan yang lain.

Kemarin malam, sehabis makan selesai, kalian bertiga segera berlari ke ruang keluarga dengan rencana yang jago untuk menciptakan sebuah benteng terbesar dari Lego. Kalian begitu saja melupakan pertengkaran selama makan malam. Kemudian dari balik bungkusan koran kalian membawa kepingan kayu bakar ke dalam rumah. “Kita perlu banyak kayu bakar,” kau memberi tahu ibu, “Karena kami akan menciptakan api unggun yang sangat besar.” Kemudian kau masukkan semuanya ke perapian dan mulai menyanyi di depan adik-adikmu.

Ibu mendengar bunyi gemeretak kayu yang terbakar, dan debu beterbangan dari nyala api yang keluar dari lubang perapian. Melihat itu ibu tahu bahwa sukacita menjadi seorang ibu jauh lebih besar dari tantangan yang harus ibu hadapi. Apakah berat menjadi seorang ibu? Kadang-kadang. Apakah menyenangkan? Selalu.

Sayang kalian selalu,
Ibu


Oleh Karna Converse

Black Friday Promo Hosting Unlimited Indonesia
author
Penulis: 
    Jangan Jadi Gelas
    Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya saat
    Ternyata Hidup Bijak Itu Sederhana
    Ada seseorang dikala melamar kerja, memungut sampah
    Perjalanan Bersama Malaikat
    Aku bermimpi suatu hari saya pergi ke
    Belajar Mengasihi Dari Cicak
    Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba
    Cerita Petani
    Alkisah jaman dahulu kala ada seorang petani

    Komentar ditutup.

    Baca Juga×

    Top