K. E. B .A. H. A. G. I. A. A. N

Di Inspirasi 45 views

Seorang lelaki berumur 92 tahun yang memiliki selera tinggi, percaya diri, dan besar hati akan dirinya sendiri, yang selalu berpakaian rapi setiap hari semenjak jam 8 pagi, dengan rambutnya yang
teratur rapi meskipun beliau buta, masuk ke panti jompo hari ini. Istrinya yang berumur 70 tahun baru-baru ini meninggal, sehingga beliau harus masuk ke panti jompo. Setelah menunggu dengan sabar selama beberapa jam di lobi, beliau tersenyum bagus dikala diberi tahu bahwa kamarnya telah siap.


Ketika beliau berjalan mengikuti penunjuk jalan ke elevator, saya menggambarkan keadaan kamarnya yang kecil, termasuk gorden yang ada di jendela kamarnya. Saya menyukainya, katanya dengan antusias menyerupai seorang anak kecil berumur 8 tahun yang gres saja mendapat seekor anjing. Pak, Anda kan belum melihat kamarnya, tahan dulu perkataan tersebut, kataku. Hal itu t idak ada hubungannya, beliau menjawab. Kebahagiaan yakni sesuatu yang kau putuskan di awal. Apakah saya akan menyukai kamarku atau tidak, tidak tergantung dari bagaimana perabotannya diaturtapi bagaimana saya mengatur pikiranku. Aku sudah tetapkan menyukainya.


Itu yakni keputusan yang kubuat setiap pagi dikala saya bangkit tidur. Aku punya sebuah pilihan; saya dapat menghabiskan waktu di daerah tidur menceritakan kesulitan-kesulitan yang terjadi padaku alasannya yakni ada bab tubuhku yang tidak dapat berfungsi lagi, atau turun dari daerah tid ur dan berterima kasih atas bagian-bagian yang masih berfungsi. Setiap hari yakni hadiah, dan selama mataku terbuka, saya akan memusatkan perhatian pada hari yang gres dan semua kenangan indah dan
bahagia yang pernah kualami dan kusimpan.


Hanya untuk kali ini dalam hidupku. Umur yang sudah bau tanah yakni menyerupai simpanan di bank. Kita akan mengambil dari yang telah kita simpan. Jadi,nasehatku padamu yakni untuk menyimpan sebanyak-banyaknya kebahagiaan di bank kenangan kita. Terima kasih padamu yang telah mengisi bank
kenanganku. Aku sedang menyimpannya. Ingat-ingatlah lima hukum sederhana untuk menjadi bahagia:
1. Bebaskan hatimu dari rasa benci.
2. Bebaskan pikiranmu dari segala kekuatiran.
3. Hiduplah dengan sederhana.
4. Lebih menyayangi Tuhan, diri sendiri dan sesama.
5. Give more and expect less.


Jangan lupa untuk menunjukkan pesan ini kepada sahabat-sahabatmu, terutama mereka yang telah mengisi bank kenanganmu.. ..

Such as good thought to be more appreciate the life..

author
Penulis: 
    Jangan Jadi Gelas
    Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya saat
    Ternyata Hidup Bijak Itu Sederhana
    Ada seseorang dikala melamar kerja, memungut sampah
    Perjalanan Bersama Malaikat
    Aku bermimpi suatu hari saya pergi ke
    Belajar Mengasihi Dari Cicak
    Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba
    Cerita Petani
    Alkisah jaman dahulu kala ada seorang petani

    Komentar ditutup.

    Baca Juga×

    Top