Elang Dan Kalkun

Di Inspirasi 71 views
Konon di satu ketika yang telah usang berlalu, Elang dan Kalkun ialah burung yang menjadi teman yang baik. Dimanapun mereka berada, kedua teman selalu pergi bersama-sama. Tidak asing bagi insan untuk melihat Elang dan Kalkun terbang bersebelahan melintasi udara bebas. Satu hari ketika mereka terbang, Kalkun berbicara pada Elang, “Mari kita turun dan mendapat sesuatu untuk dimakan. Perut aku sudah keroncongan nih!”. Elang membalas, “Kedengarannya inspirasi yang bagus”.
Kaprikornus kedua burung melayang turun ke bumi, melihat beberapa hewan lain sedang makan dan menetapkan bergabung dengan mereka. Mereka mendarat bersahabat dengan seekor Sapi. Sapi ini tengah sibuk makan jagung, namun sewaktu memperhatikan bahwa ada Elang dan Kalkun sedang berdiri bersahabat dengannya, Sapi berkata, “Selamat datang, silakan cicipi jagung manis ini”. Ajakan ini menciptakan kedua burung ini terkejut. Mereka tidak biasa jikalau ada hewan lain membuatkan soal masakan mereka dengan mudahnya. Elang bertanya,”Mengapa kau bersedia membagikan jagung milikmu bagi kami?”. Sapi menjawab, “Oh, kami punya banyak masakan disini. Tuan Petani menawarkan bagi kami apapun yang kami inginkan”.
Dengan seruan itu, Elang dan Kalkun menjadi terkejut dan menelan ludah. Sebelum selesai, Kalkun menanyakan lebih jauh wacana Tuan Petani. Sapi menjawab, “Yah, ia menumbuhkan sendiri semua masakan kami. Kami samasekali tidak perlu bekerja untuk makanan”. Kalkun tambah bingung, “Maksudkamu, Tuan Petani itu menawarkan padamu semua yang ingin kau makan?”. Sapi menjawab, “Tepat sekali!. Tidak hanya itu, ia juga menawarkan pada kami daerah untuk tinggal.” Elang dan Kalkun menjadi stress berat berat!. Mereka belum pernah mendengar hal menyerupai ini. Mereka selalu harus mencari masakan dan bekerja untuk mencari naungan.
Ketika tiba waktunya untuk meninggalkan daerah itu, Kalkun dan Elang mulai berdiskusi lagi wacana situasi ini. Kalkun berkata pada Elang, “Mungkin kita harus tinggal di sini. Kitabisa mendapat semua masakan yang kita inginkan tanpa perlu bekerja. Dan gudang yang disana cocok dijadikan sarang menyerupai yang telah pernah bangun. Disamping itu aku telah lelah bila harus selalu bekerja untuk sanggup hidup.”Elang juga goyah dengan pengalaman ini, “Saya tidak tahu wacana semua ini. Kedengarannya terlalu baik untuk diterima. Saya menemukan semua ini sulit untuk dipercaya bahwa ada pihak yang mendapat sesuatu tanpa imbalan.
Disamping itu aku lebih suka terbang tinggi dan bebas mengarungi langit luas. Dan bekerja untuk menyediakan masakan dan daerah bernaung tidaklah terlalu buruk. Pada kenyataannya, aku menemukan hal itu sebagai tantangan menarik”. Akhirnya, Kalkun memikirkan semuanya dan menetapkan untuk menetap dimana ada masakan gratis dan juga naungan. Namun Elang menetapkan bahwa ia amat menyayangi kemerdekaannya dibanding menyerahkannya begitu saja. Ia menikmatitantangan rutin yang membuatnya hidup. Kaprikornus sesudah mengucapkan selamat berpisah untuk teman lamanya Si Kalkun, Elang menetapkan penerbangan untuk petualangan gres yang ia tidak ketahui bagaimana kedepannya.
Semuanya berjalan baik bagi Si Kalkun. Dia makan semua yang ia inginkan. Dia tidak pernah bekerja. Dia bertumbuh menjadi burung gemuk dan malas. Namun kemudian suatu hari ia mendengar istri Tuan Petani menyebutkan bahwa Hari raya Thanksgiving akan tiba beberapa hari lagi dan alangkah indahnya jikalau ada hidangan Kalkun panggang untuk makan malam. Mendengar hal itu, Si Kalkun menetapkan sudah waktunya untuk minggat dari pertanian itu dan bergabung kembali dengan teman baiknya, si Elang. Namun ketika ia berusaha untuk terbang, ia menemukan bahwa ia telah tumbuh terlalu gemuk dan malas. Bukannya sanggup terbang, ia justru hanya bisamengepak-ngepakkan sayapnya. Akhirnya di Hari Thanksgiving keluarga Tuan Petani duduk bersama menghadapi panggang daging Kalkun besar yang sedap.
Ketika anda mengalah pada tantangan hidup dalam pencarian keamanan, anda mungkin sedang menyerahkan kemerdekaan anda…Dan Anda akan menyesalinyasetelah segalanya berlalu dan tidak ada KESEMPATAN lagi…Selalu ada keju gratis dalam perangkap tikus – Pepatah kuno
author
Penulis: 
    Jangan Jadi Gelas
    Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya saat
    Ternyata Hidup Bijak Itu Sederhana
    Ada seseorang dikala melamar kerja, memungut sampah
    Perjalanan Bersama Malaikat
    Aku bermimpi suatu hari saya pergi ke
    Belajar Mengasihi Dari Cicak
    Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba
    Cerita Petani
    Alkisah jaman dahulu kala ada seorang petani

    Komentar ditutup.

    Baca Juga×

    Top