Dua Pemancing Yang Hebat

Di Inspirasi 13 views

Diceritakan wacana sebuah insiden yang dialami dua orang pemancing yang sama-sama hebat, berinisial A dan B. Kedua pemancing itu selalu mendapat banyak ikan. Pernah kedua pemancing tersebut didatangi oleh 10 pemancing lain dikala memancing di sebuah danau. Seperti biasa, kedua pemancing itu mendapat cukup banyak ikan. Sedangkan 10 pemancing lainnya hanya bisa gigit jari, alasannya yakni tak satupun ikan menghampiri kail mereka.Ke sepuluh pemancing amatir itu ingin sekali mencar ilmu cara memancing kepada kedua pemancing jago tersebut. Tetapi keinginan mereka tidak direspon oleh pemancing berinisial A. Sebaliknya, pemancing berinisial A tersebut memperlihatkan perilaku kurang bahagia dan terganggu oleh kehadiran pemancing-pemancing amatir itu.


Tetapi pemancing berinisial B memperlihatkan perilaku yang berbeda. Ia bersedia menjelaskan tehnik memancing yang baik kepada ke-10 pemancing lainnya, dengan syarat masing-masing diantara mereka harus memperlihatkan seekor ikan kepada B sebagai bonus bila masing-masing diantara mereka mendapat 10 ekor ikan. Tetapi bila jumlah ikan tangkapan masing-masing diantara mereka kurang dari 10, maka mereka tidak perlu memperlihatkan apapun.


Persyaratan tersebut disetujui, dan mereka dengan cepat mencar ilmu wacana tehnik memancing kepada B. Dalam waktu dua jam, masing-masing diantara pemancing itu mendapat sedikitnya sebakul ikan. Otomatis si B mendapat banyak keuntungan. Disamping mendapat `bonus’ ikan dari masing-masing pemancing bimbingannya, si B juga mendapat 10 orang teman baru. Sementara pemancing A, yang pelit membagi ilmu, tidak mendapat laba sebesar laba yang didapatkan oleh
si B.


Pesan:
Kisah di atas memperlihatkan bahwa ilmu pengetahuan akan jauh lebih bermanfaat bila diamalkan. “Hanya dengan cara kita menyebarkan orang lain yang menciptakan kita berhasil selamanya,” kata Harvey S. Fire Stone. Karena tindakan tersebut disamping mengakibatkan kita lebih menguasai ilmu pengetahuan, kita juga mendapat laba dari segi finansial, pengembangan kekerabatan sosial, dan lain
sebagainya. “Jika Anda membantu lebih banyak orang untuk mencapai impiannya, cita-cita Anda akan tercapai,” imbuh Zig Ziglar, seorang motivator ternama di Amerika Serikat.


Bentuk pertolongan tak harus berupa uang, ilmu pengetahuan dan lain sebagainya, melainkan juga dalam bentuk kasih sayang, perhatian, loyalitas, motivasi, bimbingan dan lain sebagainya semampu yang sanggup kita berikan. “Make yourself necessary to somebody. – Jadikan dirimu berarti bagi orang lain,” kata Ralph Waldo Emerson. Kebiasaan memberi menyerupai itu selain memudahkan kita memperluas jalinan kekerabatan sosial, tetapi juga membangun optimisme alasannya yakni merasa kehidupan kita lebih berarti.


Sumber: Dua Pemancing Yang Hebat oleh Andrew Ho. Andrew Ho yakni seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku

author
Penulis: 
    Jangan Jadi Gelas
    Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya saat
    Ternyata Hidup Bijak Itu Sederhana
    Ada seseorang dikala melamar kerja, memungut sampah
    Perjalanan Bersama Malaikat
    Aku bermimpi suatu hari saya pergi ke
    Belajar Mengasihi Dari Cicak
    Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba

    Komentar ditutup.

    Baca Juga×

    Top