Arti Keluarga

In Inspirasi 0 views

Hampir saja saya bertabrakan dengan seseorang di jalan, “Oh, maaf” kata saya. Orang itu berkata, “Maafkan saya juga; saya tidak melihat Anda.” Kami berdua, orang itu dan saya, sama-sama bersikap sopan. Kami bahkan mengucapkan selamat tinggal sebelum berpisah. Namun keadaan menjadi berbeda ketika berada di rumah, bagaimana kita memperlakukan orang-orang yang kita kasihi, baik yang muda maupun yang tua. 

Pada hari yang sama, pada ketika saya sedang mempersiapkan makan malam, anak saya berdiri di samping saya. Ketika saya berbalik, hampir saja saya menabraknya. “Minggirlah,” saya menggerutu. Anak saya segera meninggalkan daerah itu sambil bersedih hati. Saya tidak
Menyadari betapa kasarnya kata-kata saya tadi.

Ketika saya berbaring di daerah tidur, saya mendengar bunyi Tuhan dengan lembut berkata, “Ketika berhadapan dengan orang yang tidak kaukenal, engkau bersopan santun, tetapi terhadap anak yang kaukasihi, engkau malah menyakitinya. Pergilah ke dapur dan lihatlah, engkau akan menemukan bunga di akrab pintu masuk dapur. Bunga-bunga tersebut dipetik khusus untukmu. Anakmu sendiri yang menentukan warnanya: merah muda, kuning, dan biru. Sebenarnya beliau bermaksud untuk memberimu kejutan, tetapi engkau tidak menyadarinya, dan bahkan tidak melihat bahwa beliau hampir menangis.” Pada ketika itu, saya merasa begitu rendah, dan hampirmeneteskan airmata.

Perlahan-lahan saya menuju ke kamar anak saya dan berjongkok di akrab daerah tidurnya; “Bangun anakku, bangunlah,” kata saya. “Apakah bunga-bunga ini untuk ibu?” Anak saya tersenyum sambil berkata, “Saya menemukannya di akrab pepohonan. Saya memetiknya alasannya ialah mereka elok menyerupai ibu. Saya tahu ibu niscaya menyukainya, terutama yang berwarna biru.” Saya berkata, “Maafkan perilaku ibu hari ini, tidak seharusnya ibu berteriak menyerupai itu.” Ia berkata, “Tidak apa-apa Bu. Saya tetap menyayangi ibu.” Kata saya, “Ibu mencintaimu juga, dan ibu menyukai bunga-bunga itu, terutama yang berwarna biru.” 

Apakah Anda menyadari apabila besok kita meninggal dunia, perusahaan dimana kita bekerja akan begitu mudahnya menempatkan orang lain padaposisi atau jabatan kita. Tetapi keluarga yang kita tinggalkan akan selalu merasa kehilangan. Melihat kenyataan ini, jikalau kita lebih mementingkan pekerjaan daripada keluarga, merupakan suatu penanaman modal yang kurang bijaksana, bukan? Apakah arti di balik kisah ini?
Apakah Anda mengerti arti kata KELUARGA?

Tags: #Inspirasi

author
Author: 
    Jangan Jadi Gelas
    Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya saat
    Ternyata Hidup Bijak Itu Sederhana
    Ada seseorang dikala melamar kerja, memungut sampah
    Perjalanan Bersama Malaikat
    Aku bermimpi suatu hari saya pergi ke
    Belajar Mengasihi Dari Cicak
    Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba

    Comments are closed.

    Must read×

    Top